Kompas.com - 30/07/2013, 05:07 WIB
Kiper Liverpool yang kini dipinjamkan ke Napoli, Pepe Reina. AFP/ROBERTO SALOMONEKiper Liverpool yang kini dipinjamkan ke Napoli, Pepe Reina.
|
EditorHery Prasetyo
NAPLES, KOMPAS.com — Kiper Pepe Reina sakit hati kepada Manajer Brendan Rodgers. Bukan perkara ia dipinjamkan ke Napoli, melainkan cara meminjamkannya dianggap tak etis karena dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya. Selain itu, ia tak diberi kesempatan mengucapkan selamat tinggal kepada fans Liverpool.

Reina sebenarnya setia kepada Liverpool. Bahkan, ketika ada rumor bahwa Barcelona akan melepas kiper Victor Valdes dan dia ditawari untuk menggantikannya, The Reds tetap menjadi pilihan pertama.

Namun, Rodgers tiba-tiba membeli kiper Simon Mignolet, lalu ia mengatakan tak bisa mempertahankan dua kiper utama dan salah satu harus dipindahkan. Pilihannya memindahkan Reina untuk dipinjamkan kepada Napoli.

Menurut Reina, ia tak pernah diajak bicara soal rencana peminjaman ini. "Jika ada penyesalan (dipinjamkan ke Napoli), itu karena cara saya meninggalkan klub ini," kata Reina dalam suratnya kepada Liverpudlian.

"Cukup natural jika aku kecewa karena manajemen Liverpool setuju meminjamkan diriku kepada Napoli tanpa memberi tahu aku lebih dulu. Aku merasa berhak mendapat perlakuan lebih baik daripada seperti ini. Meski begitu, aku bisa memahami keputusan ini sulit untuk diambil dalam sepak bola," lanjutnya.

"Banyak hal telah dikatakan tentang diriku dan memberi informasi kepada klub bahwa jika ada tawaran dari Barcelona, aku kemungkinan akan mempertimbangkannya. Padahal, aku juga sudah mengatakan kepada klub tentang kemungkinan memperpanjang kontrakku jika tak ada tawaran."

"Aku mengatakan kepada manajer bahwa aku ingin bermain untuk Liverpool dan Barcelona hanya menjadi alternatif bagiku jika datang kesempatan. Ketika tak ada tawaran, aku tetap bahagia untuk memperjuangkan tempatku (di Liverpool). Karena itu, aku kaget ketika Liverpool memutuskan untuk meminjamkanku ke Napoli."

Reina yang sudah 8 tahun membela Liverpool menyampaikan rasa hormat kepada suporter klub ini. "Sekarang aku tahu bagaimana suporter bisa menaikkan performa pemain dan menginspirasi pemain untuk melakukan hal spesial. Aku menghargai bahwa ada yang unik tentang Liverpool dan atmosfer yang tercipta," tandasnya.

Karena itu, ia ingin menyampaikan perpisahan kepada suporter Liverpool dengan cara yang baik pula. "Ini kesempatanku untuk berterima kasih kepada siapa pun atas apa pun yang telah Anda berikan kepadaku dan keluargaku. Anak-anakku sudah menganggap Liverpool sebagai rumah mereka," katanya. (SUN)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X