Kompas.com - 30/07/2013, 02:10 WIB
Manajer Arsenal, Arsene Wenger (tengah), saat memimpin timnya berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/7/2013), dalam persiapan menghadapi Indonesia Dream Team, Minggu (14/7/2013). TRIBUNNEWS/HERUDINManajer Arsenal, Arsene Wenger (tengah), saat memimpin timnya berlatih di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/7/2013), dalam persiapan menghadapi Indonesia Dream Team, Minggu (14/7/2013).
|
EditorHery Prasetyo

LONDON, KOMPAS.com —
Manajer Arsenal, Arsene Wenger, mengakui bahwa ia sempat dikritik para pemainnya karena kegagalan meraih trofi dalam 8 tahun terakhir. Mereka mempertanyakan strategi dan metode permainan Wenger, yang sering kurang menjamin kemenangan.

The Gunners memang tak pernah lagi meraih gelar sejak 2005 meski mereka memiliki beberapa pemain berkelas. Bahkan, belakangan mereka malah menjual pemain-pemain utama, seperti Cesc Fabregas (ke Barcelona) dan Robin van Persie (ke Manchester United).

Menurut Wenger, strategi dan taktik bukan satu-satunya kunci meraih kesuksesan. Dukungan manajemen dan kondisi uang juga sangat menentukan.

"Ego sangat besar. Tak peduli ia seorang bintang besar atau tidak, Anda harus tahu bahwa seseorang akan siap mendengarkan Anda jika sesuai dengan kebutuhannya. Sayangnya, dalam manajemen, Anda tak bisa menipu dalam waktu yang lama. Ketika Anda dalam skuad yang terdiri dari 30 orang, pemain bisa mendeteksi kelemahan dalam personalitas Anda secara cepat. Jika mereka menilai Anda orang yang bisa membantu mereka, mereka akan menghormati Anda," jelas Wenger.

"Langkah berikutnya adalah menentukan apakah mereka dalam skuad yang mampu membantu mereka meraih kesuksesan. Kami memiliki masalah seperti itu ketika berada dalam kondisi keuangan yang terbatas," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan, Arsenal tak bisa hanya membeli bintang. Mereka memiliki kebijakan untuk membeli pemain muda belum terkenal, kemudian diolah menjadi bintang. Dan, katanya, itu menjadi tantangan Arsenal untuk meraih sukses dengan garis kebijaksanaannya.

"Di Arsenal, kami melawan kebijakan yang hanya membeli bintang. Untuk beberapa pemain, kami tak memiliki cukup bintang untuk sukses secepat yang mereka inginkan," akunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, kesuksesan juga tak melulu ditentukan oleh bintang. Kekuatan mental juga sangat penting.

Meski jarang membeli bintang, Wenger merasa itu justru menjadi salah satu kekuatan timnya. Sebab, para pemain muda akan termotivasi karena memiliki kesempatan bermain lebih cepat dan banyak.

"Salah satu kekuatan kami adalah para pemain muda tahu bahwa mereka akan mendapat kesempatan bermain. Kami mencoba melihat ke seluruh dunia untuk menemukan pemain yang berbakat dan punya semangat bermain," ujarnya.

"Mereka harus memiliki determinasi dan harus siap menyakiti dirinya sendiri untuk meraih sukses. Itulah tipe pemain yang kami cari," tuntasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.