Kompas.com - 25/07/2013, 20:13 WIB
Presiden FIFA Sepp Blatter. Gambar diambil di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (1/7/2013) setelah berakhirnya Piala Konfederasi 2013. YURI CORTEZ / AFP Presiden FIFA Sepp Blatter. Gambar diambil di Rio de Janeiro, Brasil, Senin (1/7/2013) setelah berakhirnya Piala Konfederasi 2013. YURI CORTEZ / AFP
|
EditorAloysius Gonsaga AE
NYON, KOMPAS.com — Anggota Komite Eksekutif FIFA, Theo Zwanziger, menyebutkan, keputusan FIFA memilih Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 sebagai kesalahan fatal. Zwanziger menilai, wacana pemindahan jadwal penyelenggaraan ke musim dingin dapat mengganggu liga-liga Eropa.

"Usulan Sepp Blatter tersebut menunjukkan pemilihan Qatar ialah kesalahan fatal," kata Zwanziger kepada Sport Bild.

Zwanziger, yang juga mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) tersebut, khawatir, perubahan jadwal yang diusulkan Presiden FIFA Sepp Blatter itu akan membahayakan sepak bola Jerman secara keseluruhan.

"Mengganti jadwal Piala Dunia akan memengaruhi struktur federasi sepak bola di Eropa. Pergantian ini juga akan berimbas ke Bundesliga serta ke divisi-divisi bawah," ujar Zwanziger.

Ucapan Zwanziger ini sebenarnya beralasan. Pemindahan jadwal Piala Dunia ke musim dingin ini tidak hanya akan berpengaruh ke Jerman, tetapi juga liga-liga sepak bola di Eropa pada umumnya.
Selain di Inggris, liga-liga Eropa memiliki winter break atau libur selama lebih kurang enam pekan pada akhir Desember. Jika wacana pemindahan jadwal tersebut terealisasi, negara-negara Eropa yang menjadi peserta masih harus membutuhkan setidaknya enam pekan untuk menyiapkan diri.

"Jika menunjuk Qatar terbukti salah, keputusan itu harus dicabut. Jangan sampai malah ada beban lebih besar bagi pihak-pihak yang justru tak terlibat langsung," kata Zwanziger.

Pekan lalu, Blatter sempat mewacanakan pemindahan jadwal Piala Dunia ini sebab iklim Qatar di musim panas dirasa terlalu panas. Sebagai gambaran, temperatur Qatar pada bulan Juni dan Juli bisa mencapai 40 derajat celsius. Atas dasar itu, Blatter menilai cuaca panas takkan bisa ditolerir hanya dengan mendinginkan stadion.

"Stadion bisa didinginkan, tetapi tidak semua negara. Para pemain mesti bermain di kondisi terbaik demi terselenggaranya turnamen Piala Dunia," kata Blatter bulan lalu dalam sebuah konferensi di Austria.

Pekan lalu, Komite Eksekutif FIFA menyebut isu ini akan dibahas pada Oktober mendatang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.