Kompas.com - 15/07/2013, 18:27 WIB
Pelatih Jacksen F Tiago saat latihan tim nasional Indonesia untuk Pra Piala Asia 2015, Maret lalu. Kini, dia menjadi pelatih Indonesai Dream Team untuk melawan Arsenal, Minggu (14/7/2013). KOMPAS/YUNIADHI AGUNGPelatih Jacksen F Tiago saat latihan tim nasional Indonesia untuk Pra Piala Asia 2015, Maret lalu. Kini, dia menjadi pelatih Indonesai Dream Team untuk melawan Arsenal, Minggu (14/7/2013).
Penulis Ary Wibowo
|
EditorAloysius Gonsaga AE
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia, Jacksen F Tiago, mengungkapkan timnya tengah berupaya untuk beruji coba dengan Filipina setelah menghadapi Liverpool dan Chelsea. Ia menilai, Indonesia harus mencari lawan yang selevel agar meningkatkan kepercayaan diri setelah melawan tim-tim besar Eropa.

Sebelumnya, Indonesia telah melakoni dua pertandingan uji coba melawan Belanda pada 7 Juni 2013 dan Arsenal, Minggu (14/7). Kontra Belanda, Indonesia takluk 0-3. Sedangkan, melawan Arsenal, Kurnia Meiga dan kawan-kawan juga kalah dengan skor mencolok, 0-7.

Jacksen mengatakan, tim pelatih saat ini sudah berkomunikasi dengan Badan Tim Nasional (BTN) untuk menggelar laga ujicoba melawan Filipina. Selain itu, pelatih yang menangani Persipura Jayapura tersebut juga ingin bertanding melawan Vietnam dan Hongkong sebelum menghadapi China di babak kualifikasi Piala Asia 2015 mendatang.

"Kabarnya sudah ada komunikasi. Tetapi, jadwalnya kami belum tahu. Kami sudah menyampaikan kepada BTN negara-negara yang pas sebagai lawan uji coba. Tetapi, kami kembalikan kepada mereka yang berada di dalam," kata Jacksen di Jakarta, Senin (15/7/2013).

Jacksen berharap, dengan melawan negara yang mempunyai perbedaan level tidak terlalu jauh, Indonesia bisa mengembangkan potensi-potensi pemainnya lebih baik lagi. Menurutnya, uji coba melawan tim Eropa hanya dilakukan untuk membentuk fondasi timnas sebelum menghadapi China.

"Mudah-mudahan ketika melawan China, Indonesia memiliki tim yang tangguh dan siap di sisa pertandingan kualifikasi Piala Asia," tukas Jacksen.

Laga melawan China pada 15 Oktober mendatang cukup penting bagi Indonesia untuk memberikan harapan berkiprah di Piala Asia 2015 mendatang. Saat ini, Indonesia duduk di posisi buncit karena kalah di dua laga. China berada di urutan kedua dengan tiga poin dari dua pertandingan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X