Kompas.com - 14/07/2013, 22:43 WIB
Pemain Arsenal, Per Mertesecker ketika beraksi melawan Indonesia Dream Team di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Minggu (14/7/2013). Arsenal akhirnya menghajar Indonesia 7-0. KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNAPemain Arsenal, Per Mertesecker ketika beraksi melawan Indonesia Dream Team di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Minggu (14/7/2013). Arsenal akhirnya menghajar Indonesia 7-0.
|
EditorHery Prasetyo
JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Dream Team dipaksa merasakan mimpi buruk dengan takluk 0-7 dari Arsenal pada laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (14/7/2013). Setelah hanya tertinggal 0-1 pada babak pertama, gawang Indonesia Dream Team harus kebobolan setengah lusin gol pada paruh kedua pertandingan.

Lima menit pertama, Arsenal mendominasi permainan. Baru tujuh menit laga berjalan, The Gunners memberikan ancaman pertama melalui Chuba Akpom. Namun, sepakannya masih melenceng dari gawang Kurnia Meiga.

Indonesia baru membahayakan gawang Arsenal pada menit ke-10. Tusukan Ian Louis Kabes dari sisi kiri diteruskan umpan silang ke tengah. Akan tetapi, Boaz Solossa gagal menjangkau umpan Kabes.

Gol pertama pada pertandingan tersebut akhirnya tercipta pada menit ke-19. Berawal dari kesalahan pemain Indonesia Dream Team, bola lantas dikuasai Alex Oxlade-Chamberlain yang menggiring dari sisi luar. Seusai mengecoh Victor Igbonefo, Oxlade-Chamberlain mengumpan bola yang disambar Walcott untuk menggetarkan jala Kurnia Meiga.

Meski bertajuk laga persahabatan, Arsenal terus memberikan tekanan tanpa henti. Beberapa kali, Aaron Ramsey, Walcott, dan Serge Gnabry mengancam jala Indonesia Dream Team.

Pada menit ke-36, Oxlade-Chamberlain nyaris menggandakan skor. Lolos dari jebakan offside, mantan pemain Southampton itu sukses melewati hadangan Kurnia Meiga. Sayangnya, tembakan Oxlade-Chamberlain ke gawang yang sudah kosong gagal karena bola melambung dari sasaran. Skor babak pertama bertahan 1-0 untuk keunggulan Arsenal.

Pada paruh kedua pertandingan, Arsene Wenger menarik keluar beberapa pemain utama Arsenal, seperti Kieran Gibbs, Per Mertesacker, Walcott, Mikel Arteta, dan Oxlade-Chamberlain. Pemain-pemain muda dipercaya tampil, antara lain Gideon Zelalem, Chuks Aneke, Thomas Eisfeld, dan Kristoffer Olsson.

Namun, mayoritas para pemain muda yang ditampilkan Wenger justru memberikan tekanan berarti pada awal-awal babak kedua. Terbukti, Arsenal mampu menggandakan skor pada menit ke-54 melalui Akpom. Umpan silang Gnabry dengan mudah dimaksimalkan Akpom untuk mengecoh Kurnia Meiga.

The Gunners kembali melakukan pergantian pemain pada pertengahan babak kedua. Kali ini, Wenger memasukkan pemain-pemain tenar seperti Olivier Giroud, Bacary Sagna, Tomas Rosicky, dan Lukas Podolski.

Hasilnya, Arsenal tak perlu menunggu lama mencetak gol ketiga ke gawang Indonesia. Umpan silang Sagna dari sisi kanan disambut Giroud dengan lesakan indah pada menit ke-71.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X