Kompas.com - 26/06/2013, 06:17 WIB
Bek sayap Barcelona dan tim nasional Spanyol, Jordi Alba. AFP/EITAN ABRAMOVICHBek sayap Barcelona dan tim nasional Spanyol, Jordi Alba.
|
EditorHery Prasetyo

FORTALEZA, KOMPAS.com - Bek tim nasional Spanyol, Jordi Alba, membantah klaim situs asal Brasil, Globoesporte, yang menyatakan bahwa para pemain La Furia Roja menggelar pesta di hotel mereka di Recife. Situs tersebut mengklaim bahwa para pemain Spanyol merayakan kemenangan atas Uruguay di Grup B Piala Konfederasi dengan alkohol dan penari samba. Menurut Alba, kabar tersebut tidak benar.

"Tak ada yang bisa kukatakan soal kabar itu. Itu tak benar. Baca saja pernyataan resmi federasi," kata Alba.

RFEF selaku asosiasi sepak bola Spanyol memang sudah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai desas-desus tersebut. Dalam pernyataannya, RFEF menyebut klaim tersebut sudah mencemari nama baik tim nasional serta reputasi pemainnya.

"Enam pemain tim nasional menjadi korban perampokan di hotel tim saat bertanding melawan Uruguay. Fakta ini sudah dilaporkan ke kepolisian setempat. Namun, komplain yang diajukan tidak dimaksudkan untuk menyerang panitia penyelenggara, FIFA, dan negara Brasil yang sudah menyambut hangat timnas Spanyol. Situasi demikian bisa terjadi di belahan bumi mana pun, termasuk di Spanyol," demikian kutipan pernyataan resmi RFEF.

Sebelumnya, Globoesporte memberitakan bahwa FIFA tengah mengadakan investigasi perihal kabar adanya pemain Spanyol yang kemalingan uang di Hotel Golden Tulip Recife Palace pekan lalu. Globoesporte mengklaim bahwa hasil investigasi itu menunjukkan pemain-pemain Spanyol menyewa grup samba untuk berpesta. Globoesporte mengutip sejumlah pihak yang mengaku sebagai saksi, antara lain pegawai hotel dan staf keamanan.

Para saksi ini mengaku melihat para pemain menyiapkan pesta dan menyebut-nyebut soal musik, bir, caiprinhas (minuman beralkohol khas Brasil), dan perempuan. Bahkan para saksi juga menyebut bahwa para pemain Spanyol sempat bermain strip poker (permainan poker yang mengharuskan pemain yang kalah melepas pakaian) dengan para penari Samba tersebut.

Apesnya tak lama setelah pesta bubar, para pemain Spanyol yang ikut dalam pesta itu mendapati uang mereka hilang. Meski begitu, kabar kehilangan uang ini  segera dibantah oleh kepala keamanan timnas Spanyol, Raul Jimenez; dan manajer hotel, Eduardo Barbosa. (AS)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X