Diusulkan, Laga Persija-Persib di Luar Jakarta

Kompas.com - 24/06/2013, 20:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya sedang mengusulkan, apabila ada pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung, maka harus dilakukan di luar wilayah Jakarta dan sekitarnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban, baik korban luka-luka maupun korban materi.

"Kemungkinan untuk ke depan setiap Persija dan Persib bertanding, kita usulkan untuk dilakukan di luar wilayah Jakarta supaya tidak ada lagi korban jatuh," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, Senin (24/6/2013) di ruang kerjanya.

Usulan tersebut, kata Rikwanto, berdasarkan data dan fakta yang telah berlangsung setiap pertandingan Persija melawan Persib dilangsungkan di Jakarta. Pada awalnya, setiap Persija melawan Persib, diputuskan hanya The Jak Mania yang diperbolehkan hadir di Stadion, sementara untuk Bobotoh dilarang datang, begitu pula sebaliknya. Namun, langkah itu tetap saja tidak menghindarkan diri dari jatuhnya korban, walaupun dalam skala luka-luka.

"Waktu di Jakarta, Jak Mania saja yang menjadi penonton tetap saja ada korban, ada beberapa yang luka-luka. Akhirnya kita putuskan tidak ada suporter, tetap saja ada korban, mereka lempari bus," kata Rikwanto.

Kepolisian menyayangkan kejadian seperti itu terulang kembali karena adanya fanatisme yang berlebihan. "Memang, ini kejadian yang disayangkan karena fanatisme yang berlebihan mereka bisa menyerang pemain-pemain Persib yang akan menuju ke Gelora Bung Karno," tegas Rikwanto.

Untuk diketahui, sebuah bus yang mengangkut rombongan pemain dan offisial tim Persib Bandung dilempari sekelompok orang tak dikenal di Jalan Gatot Subroto mengarah ke Semanggi, Sabtu (22/6/2013) siang. Pelemparan dilakukan tak lama setelah bus meninggalkan Hotel Kartika Chandra, tempat tim Persib Bandung menginap dan bersiap menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menjalani lanjutan pertandingan ISL melawan Persija Jakarta.

Akibat pelemparan, terjadi kerusakan parah terhadap bus dengan nomor polisi D 1405 H itu. Rombongan tim Persib Bandung akhirnya mengurungkan niat bertanding dan kembali ke Bandung. Malam harinya, sejumlah kawasan di Kota Bandung seperti di Braga, Pasteur, Dago dan Riau, terjadi sweeping dan pengrusakan terhadap kendaraan bernomor polisi asal Jakarta (B) oleh sekelompok orang. Diduga kuat, aksi tersebut merupakan aksi balasan dan terkait erat dengan aksi pengrusakan bus Persib Bandung di Jakarta pada siang harinya.

 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorHery Prasetyo
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X