Piala Dunia 2014 Tak Dibiayai dari Pajak

Kompas.com - 23/06/2013, 00:49 WIB
EditorAloysius Gonsaga

RIO DE JANEIRO, KOMPAS.com - Presiden Brasil Dilma Rousseff membantah protes terkait pendanaan Piala Dunia 2014 yang akan diadakan di negara tersebut. Menurut Rousseff, Brasil membiayai turnamen tersebut dari berbagai perusahaan dan bukan dari uang pajak masyarakat.

"Kami bisa melakukan hal lebih baik di Brasil dan warga berhak mengkritik. Namun saya tak akan membiarkan pajak warga membiayai Piala Dunia sehingga mengganggu area seperti kesehatan dan pendidikan. Turnamen ini akan dibiayai dari perusahaan yang menggunakan stadion di Brasil," jelas Rousseff di televisi nasional setempat.

Selama penyelenggaraan Piala Konfederasi yang diadakan sebagai "pemanasan" Piala Dunia, Brasil dilanda gelombang protes dari kalangan anti-pemerintah. Kamis (20/6/2013) silam, sekitar satu juta orang mengadakan demonstrasi di kota-kota di Brasil. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa FIFA akan membatalkan Piala Konfederasi karena alasan keamanan, meski FIFA kemudian menegaskan bahwa mereka tak akan mengambil tindakan demikian.

Rousseff sendiri sudah memastikan bahwa negaranya akan menyelenggarakan turnamen empat tahunan tersebut dengan sebaik mungkin, serta menjamin keselamatan para pihak yang terlibat di dalamnya.

"Kami akan memperlakukan para tamu dengan hormat dan menjadi tuan rumah yang baik. Sepak bola dan olahraga adalah simbol kedamaian," pungkasnya.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X