Kompas.com - 22/06/2013, 23:47 WIB
EditorAloysius Gonsaga

JAKARTA, Kompas.com - Perseroan Terbatas Liga Indonesia selaku operator kompetisi Indonesia Super League (ISL) belum memutuskan status laga antara Persija Jakarta melawan Persiba Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu (22/6/2013), yang batal digelar.

Batalnya pertandingan yang biasa disebut "el classico" Indonesia disebabkan pihak Persib tidak hadir di lapangan karena dalam perjalanan ke stadion mendapatkan intimiasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Kami menunggu laporan dari pengawas pertandingan. Apakah kejadian itu terjadi karena kelalaian panpel atau keadaan di luar kemampuan panpel. Setelah itu, baru kami putuskan," kata Sekretaris PT Liga Indonesia, Tigor Shalomboboy.

Pernyataan orang nomor dua di PT Liga Indonesia dipertegas oleh CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono. Dalam laman resminya, pria asal Ngawi ini mengatakan bahwa status pertandingan Persija melawan Persib akan diputuskan beberapa hari ke depan.

"Kami akan memutuskan status pertandingan ini pada satu atau dua hari ke depan setelah melihat laporan lengkap dari Pengawas Pertandingan," kata Djoko.

Pria yang juga Sekjen PSSI itu menegaskan, dalam menyikapi permasalah yang terjadi, pihaknya akan mengimplementasi manual liga. Bahkan, tidak menutup kemungkinan permasalahan yang akan akan dilimpahkan ke Komisi Disiplin PSSI.

Sebelumnya, bus yang ditumpangi oleh pemain dan ofisial Persib mendapatkan lemparan batu dari pihak yang tidak bertanggung jawab saat keluar dari Hotel Kartika Chandra, tempat tim Maung Bandung itu menginap.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mendapatkan intimidasi saat akan menuju stadion terbesar di Indonesia, pihak manajemen Persib langsung memutuskan untuk kembali ke Bandung dengan alasan untuk mengamankan semua pemain.

Meski lawan tidak hadir di lapangan, tim Persija tetap melaksanaan tahapan yang ada, termasuk datang ke lapangan. Anak asuh Benny Dollo ini siap dengan seluruh atribut dan perlengkapan bermain.

Begitu juga dengan perangkat pertandingan meliputi, wasit, asisten wasit serta pengawas pertandingan. Semua telah siap di lapangan dan akhirnya wasit meniup peluit panjang dan pertandingan akhirnya batal digelar.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X