Kompas.com - 14/06/2013, 18:45 WIB
EditorAloysius Gonsaga

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Valentino Simanjuntak, meminta pengusutan terhadap kasus dugaan match fixing di Divisi Utama. Pernyataan Valentino terkait pengakuan pemain PSMS yang diminta oleh CEO PSMS, Heru Purnomo, agar mengalah saat melawan Persisko Tanjabbar dan Persih Tembilahan dalam lanjutan Divisi Utama (PT Liga Indonesia) beberapa waktu lalu.

Menurut pengakuan pemain, Heru berjanji akan melunasi gaji pemain selama sepuluh bulan jika mematuhi perintahnya. Ternyata tawaran tersebut tak membuat pemain PSMS gelap mata. Mereka tetap bermain serius sehingga akhirnya berhasil mengalahkan kedua tim tersebut.

"Ini perlu diklarifikasi oleh pihak-pihak terkait," jelas Valentino kepada wartawan di kantor PSSI, Jumat (14/6/2013).

Dikatakan Valentino, kasus ini harus ditangani secara tegas karena Indonesia termasuk salah satu negara yang mengibarkan bendera perang terhadap pengaturan hasil pertandingan. "Jika benar, ini pukulan berat bagi kita semua dan bisa mencoreng wajah persepakbolaan Indonesia," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.