Kompas.com - 07/06/2013, 10:25 WIB
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak pihak memperkirakan timnas Garuda tak akan berkutik menghadapi timnas Belanda dalam laga uji coba internasional di Gelora Bung Karno, Jumat (7/6/2013) malam. Adakah manfaat yang tetap bisa dipetik dari laga ini?

"Apakah Garuda bisa memberikan perlawanan? Saya rasa tidak," tegas pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana, melalui surat elektronik yang diterima Kompas.com, Kamis (6/6/2013). Dia mengatakan, dari segala segi timnas Indonesia kalah.

"Terutama dari sisi teknik dasar dan positioning pemain kita masih harus belajar banyak," kata Justin. Namun, menurut dia, banyak hal bisa dipelajari timnas Garuda dari pertandingan melawan timnas Belanda yang juga tak menurunkan seluruh pemain bintangnya.

Pertama, sebut Justin, Indonesia harus menggunakan kesempatan laga ini untuk memperbaiki lini tengah. Jangan sampai kondisi saat menjamu Arab Saudi terulang, ketika lini tengah terlihat kedodoran dan gampang sekali ditekan.

Justin memperkirakan Belanda tidak akan mengubah gaya bermain dari yang selama ini dikenal. "Nyaris tiki-taka dengan melakukan tekanan dari pemain depan dan sangat rapat antarlini sehingga sangat sulit untuk membuat pemain Indonesia melakukan ball possesion," tutur dia.

Situasi ini, menurut Justin dapat menjadi poin plus bagi timnas Garuda bila bisa lebih memanfaatkan sayap, dengan memainkan Boaz Solossa dan Andik Vermansah yang sangat cepat di sepuluh meter pertama. Namun, Andik harus belajar untuk memanfaatkan kehadiran Sergio van Dijk dengan selalu berupaya melempar umpan yang akurat alih-alih selalu ingin mencetak gol.

Sementara itu, Sergio akan dijaga oleh Ron Vlaar atau Heitinga yang dari sisi jam terbang dan pengalaman jauh di atas Sergio. "Yang jelas pertandingan ini akan menjadi pengalaman sangat baik untuk para pemain timnas menuju pertandingan-pertandingan berikutnya menjelang kualifikasi melawan China pada bulan November," tegas Justin.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari sudut pandang lain, laga dengan timnas Belanda juga diharapkan dapat membuka mata para petinggi dan pelatih PSSI untuk lebih melihat pemain naturalisasi di Belanda. Di samping Raphael Maitimo dan Van Dijk masih banyak sekali pemain keturunan yang layak memperkuat timnas Garuda untuk mengangkat kualitas permainan. "Saya rasa sangat menguntungkan jika timnas kami ditambah beberapa pemain naturalisasi," kata dia.

Justinus berpendapat kehadiran pemain naturalisasi tidak hanya memberikan keunggulan di sisi skill. "Tetapi juga dari visi bermain dan sikap profesional," sebut dia. Kedua faktor itu dapat membuka mata para pemain lokal.

Sikap yang bisa "dicuri" dari para pemain naturalisasi antara lain adalah cara bersikap menghadapi wasit, menjaga fisik layaknya seorang profesional, disiplin di lapangan, dan mental bertanding. Bahkan, pelatih Jacksen Tiago sendiri beberapa kali mengutarakan bahwa pemain naturalisasi layak dicontoh.

 

Baca tentang


    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.