Kompas.com - 11/05/2013, 06:19 WIB
EditorHery Prasetyo

TIKI-Taka! Rasanya istilah tersebut terasa akrab di telinga para pencinta sepak bola, paling tidak selama 5 tahun belakangan ini. Istilah yang merujuk pada permainan cantik yang berpegang kepada umpan-umpan pendek dan penguasaan bola ini sangat menarik untuk disaksikan.

Dengan pola permainan ini Barcelona di bawah asuhan pelatih Josep “Pep” Guardiola merajai Eropa selama kurun waktu 2008-2012. Total 14 gelar diraih oleh Barcelona dengan rincian 3 gelar La Liga Spanyol, 2 gelar Liga Champions, 2 gelar Piala Raja (Copa del Rey), 3 gelar Piala Super Spanyol, 2 gelar Piala Super Eropa, dan 2 gelar Piala Dunia Antarklub.

Hal ini menjadi bukti sahih dari dahsyatnya pola permainan tiki-taka di bawah asuhan Pep. Pep lalu memutuskan mundur dari jabatan pelatih Barcelona pada April 2012 dengan alasan ingin rehat sejenak dari sepak bola (pada Januari 2013 lalu ia menyetujui untuk melatih Bayern Muenchen mulai awal musim 2013/2014 mendatang).

Pengganti Pep di Barcelona yang merupakan asistennya, Tito Vilanova, masih menganut pola permainan tiki-taka dalam mengarungi musim 2012-2013. Barcelona mengawali kompetisi dengan baik, memukul Real Sociedad 5-1, mengalahkan Real Madrid 3-2, dan menang 2-1 atas Osasuna. Ini menunjukkan bahwa pergantian nakhoda dari Pep ke Tito berjalan mulus.

Kendati kemudian dikalahkan oleh Real Madrid 1-2 pada leg ke-2 di Piala Super Spanyol, publik sepak bola tetap merasa bahwa Barcelona tetap akan tampil digdaya. Namun, ternyata anggapan publik bahwa Barcelona akan digdaya pada musim ini salah. Kendati tinggal membutuhkan 2 poin untuk meraih gelar La Liga Spanyol musim 2012-2013, Barcelona termasuk gagal di ajang lainnya.

Dikalahkan Real Madrid pada leg ke-2 Piala Super Spanyol (Madrid akhirnya menjuarai ajang tersebut) dan semifinal Copa del Rey serta dihancurkan Bayern Muenchen dengan agregat 0-7 (kekalahan agregat terburuk dalam sejarah semifinal Liga Champions) merupakan sebuah aib bagi klub yang dalam 4 tahun terakhir ini begitu digdaya. Publik pun mulai bertanya-tanya, “Apa yang salah dengan Barcelona?”

Banyak faktor yang mengakibatkan kegagalan Barcelona musim ini seperti cederanya pemain andalan Lionel Messi, operasi Tito Vilanova (mengakibatkan Tito sempat absen dalam beberapa laga krusial dan digantikan oleh asistennya Jordi Roura sehingga Barcelona sering menuai kekalahan dalam partai-partai krusial tersebut), dan transisi kepelatihan dari tangan Pep ke Tito. Namun, menurut saya ada hal-hal sederhana yang membuat Barcelona tidak lagi digdaya. Hal-hal sederhana tersebut semuanya berhubungan dengan filosofi tiki-taka itu sendiri yang membuat kualitas tiki-taka Barcelona di bawah Tito masih berada jauh di bawah Pep.

Filosofi tiki-taka dengan kombinasi umpan-umpan pendek dan penguasaan bola tinggi (rata-rata 63%) sepertinya terlihat mudah. Namun, ada hal-hal yang harus diperhatikan agar permainan ini bisa menjadi suatu senjata yang mematikan. Pertama, para pemain harus membentuk “segitiga kecil” dengan konsisten bersama dengan pemain yang memegang bola sehingga pemain yang memegang bola memiliki minimal 2 opsi untuk melakukan operan.

Kedua, saat kehilangan bola, para pemain harus segera melakukan pressing terhadap lawan yang memegang bola dan menumpuk fokus permainan hanya di 1/6 sisi lapangan sehingga lawan otomatis akan panik dan membuang bola jauh-jauh sehingga bola akan dengan mudah direbut kembali oleh pemain-pemain Barcelona yang menerapkan high defensive line (garis pertahanan tinggi). Dan, begitu bola dapat direbut kembali oleh para pemain Barcelona, maka para pemain akan langsung menyebar untuk memperbesar area permainan.

Ketiga, “Busquets Role” yaitu sekema di mana Sergio Busquets (gelandang bertahan Barcelona) mundur ke posisi bek tengah untuk menerima operan pendek dari penjaga gawang Victor Valdes. Karena Busquets mundur ke posisi bek tengah, maka kedua bek tengah Barca yaitu Carles Puyol dan Gerard Pique dapat maju agak melebar sehingga kedua bek sayap yaitu Jordi Alba di kiri dan Daniel Alves di kanan dapat merangsek naik ke depan. Dengan demikian Barcelona dapat mengurung pertahanan lawan dan dapat mencetak banyak gol.

Hal-hal sederhana ini secara konsisten diperagakan oleh Barcelona pada masa kepelatihan Pep Guardiola. Namun, pada masa kepelatihan Tito Vilanova, hal-hal sederhana ini merupakan sesuatu yang jarang terlihat sehingga mengakibatkan hilangnya kedigdayaan Barcelona seperti pada masa kepelatihan Pep Guardiola. Walaupun terlihat sederhana dan mungkin sering disepelekan, ketiga hal ini merupakan komponen penting yang membuat tiki-taka menjadi senjata rahasia yang ampuh. Ketiga hal inilah yang membuat Barcelona pada zaman Pep merupakan salah satu tim terbaik yang pernah ada.

Penulis: Bimo Adiwibowo (bimo.adiwibowo@gmail.com, @bimoadiwibowo)
Penulis merupakan penggemar sepak bola, tinggal di Jakarta.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trofi Conference League, Persembahan Khusus untuk Fan Tertua AS Roma

Trofi Conference League, Persembahan Khusus untuk Fan Tertua AS Roma

Sports
Klasemen Piala AFF U19 2022: Indonesia Diapit Thailand dan Vietnam

Klasemen Piala AFF U19 2022: Indonesia Diapit Thailand dan Vietnam

Liga Indonesia
Puas dengan Perkembangan Tim, Pelatih PSIS Pilih Pertahankan Ritme Tim

Puas dengan Perkembangan Tim, Pelatih PSIS Pilih Pertahankan Ritme Tim

Liga Indonesia
Alasan Franck Kessie Gabung ke Barcelona: Tak Bisa Tolak Xavi

Alasan Franck Kessie Gabung ke Barcelona: Tak Bisa Tolak Xavi

Liga Spanyol
Hasil Malaysia Masters 2022: Awali Perjuangan Wakil Indonesia, Rehan/Lisa Dihentikan Sang Juara Dunia

Hasil Malaysia Masters 2022: Awali Perjuangan Wakil Indonesia, Rehan/Lisa Dihentikan Sang Juara Dunia

Sports
Prediksi Timnas U19 Indonesia Vs Thailand, Trio Marselino-Ronaldo-Hokky sejak Awal Lagi?

Prediksi Timnas U19 Indonesia Vs Thailand, Trio Marselino-Ronaldo-Hokky sejak Awal Lagi?

Sports
Liga 1 di Mulai 23 Juli, PT LIB Ingin Tekan Penjualan Tiket secara Online

Liga 1 di Mulai 23 Juli, PT LIB Ingin Tekan Penjualan Tiket secara Online

Liga Indonesia
Head to Head Timnas U19 Indonesia Vs Thailand: Garuda Tertinggal Jauh, tetapi...

Head to Head Timnas U19 Indonesia Vs Thailand: Garuda Tertinggal Jauh, tetapi...

Liga Indonesia
Timnas U19 Indonesia Vs Thailand: Saatnya Putus Tren Buruk, Shin Tae-yong!

Timnas U19 Indonesia Vs Thailand: Saatnya Putus Tren Buruk, Shin Tae-yong!

Liga Indonesia
Pemain Vietnam Cedera Serius Usai Lawan Timnas U19 Indonesia, Bisa Pulang Lebih Cepat

Pemain Vietnam Cedera Serius Usai Lawan Timnas U19 Indonesia, Bisa Pulang Lebih Cepat

Sports
Link Live Streaming Malaysia Masters 2022, Wakil Indonesia Berjuang Mulai 09.00 WIB

Link Live Streaming Malaysia Masters 2022, Wakil Indonesia Berjuang Mulai 09.00 WIB

Sports
Baru Berdiri 10 Tahun, Timnas Cricket Putri U19 Indonesia Catat Sejarah Lolos ke Piala Dunia

Baru Berdiri 10 Tahun, Timnas Cricket Putri U19 Indonesia Catat Sejarah Lolos ke Piala Dunia

Sports
Jadwal Siaran Langsung Timnas U19 Indonesia Vs Thailand Malam Ini

Jadwal Siaran Langsung Timnas U19 Indonesia Vs Thailand Malam Ini

Liga Indonesia
[POPULER BOLA] Fikri/Bagas Gugur Kilat | Siasat Thailand Redam Marselino

[POPULER BOLA] Fikri/Bagas Gugur Kilat | Siasat Thailand Redam Marselino

Badminton
Jadwal Siaran Langsung Malaysia Masters 2022: Jonatan Christie dan Ginting Main Sore

Jadwal Siaran Langsung Malaysia Masters 2022: Jonatan Christie dan Ginting Main Sore

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.