Kompas.com - 20/01/2013, 22:54 WIB
EditorHery Prasetyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Sangat sulit diterima dengan akal sehat ketika ada pemain yang loyal justru ditendang dari klubnya. Bahkan menjadi sangat absurd klub yang mengaku profesional namun tak memenuhi kewajiban dan tanggung jawabnya kepada pemain.

Leo Saputra, Bambang Pamungkas, dan Andritany Ardhiyasa "dipecat" Persija Jakarta. Klub ibu kota ini bahkan belum juga melunasi tunggakan lima bulan gaji mereka.

Saat ditemui Kompas di kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (20/1/2013), Leo Saputra menyatakan masih tak percaya kalau dia sudah bukan pemain Persija lagi.

Leo mengatakan, sejak klub menunggak pembayaran lima bulan gaji pemain, dia bersama beberapa pemain lainnya memutuskan untuk mogok latihan dan tidak bermain. Sikap ini diambil agar manajemen serius menyelesaikan masalah ini sesuai dengan kesepakatan kontrak.

Pihak klub sendiri menurut Leo bisa memahami situasi ini, karena mereka mengaku tak memiliki dana lagi. Pihak klub juga berjanji utang itu akan dilunasi. Namun, bukannya janji itu yang ditepati, Leo dan kawan-kawan justru "dipecat" secara sepihak dengan tidak didaftarkan ke penyelenggara Liga Super Indonesia, sebagai bagian dari skuad Persija untuk musim 2013.

"Sampai sekarang saya, Andri dan Bambang tidak pernah berniat meninggalkan Persija. Makanya saya sangat kaget ketika nama kami tak masuk tim," kata Leo.

Padahal menurut Leo, dalam masa penantian penyelesaian tunggakan gaji itu, tawaran pinangan bergabung dari klub lain, seperti Sriwijaya FC dan Barito Putra berdatangan. "Kalau saya tak cinta dengan Persija, tentu saya sudah menerima tawaran itu. Demikian juga dengan Bambang dan Andri. Tapi, langkah itu tak pernah kami ambil karena kami masih berharap ada penyelesaian yang baik dari manajemen Persija," tutur Leo.

Satu hari sebelum pendaftaran terakhir pemain, Leo menyatakan sempat mengontak Manajer Persija Ferry Paulus. Namun, perbincangan hari itu juga tak menghasilkan hal yang postif.

Soal kontrak, Leo menyebutkan bahwa kontrak awal dengan Persija berdurasi tiga tahun yang dimulai musim lalu. Namun, pihak manajemen Persija meminta kontrak itu ditinjau ulang dengan pembaruan kontrak setiap satu tahun. "Semua ini mereka sampaikan secara lisan. Tidak ada hitam di atas putih," kata Leo, yang sudah lima musim membela Persija.

Saat wawancara khusus dengan Kompas baru-baru ini, Bambang Pamungkas mengatakan, sebenarnya ada kesepakatan antara dia, mewakili teman-teman di Persija, dengan manajemen, dalam hal ini bahwa tidak ada pembicaraan kontrak untuk musim ini sebelum segala kewajiban mereka musim lalu diselesaikan. Dan ketika pada deadline memang mereka tidak menyanggupi itu.

"Kita tak bicara hanya hak saya, atau hak beberapa pemain. Tetapi, kita bicara 30 pemain yang musim lalu menjadi bagian skuad Persija, termasuk kitman, pelatih, pemain asing, dan lain sebagainya. Artinya, ketika kita bicara sebuah kesepakatan, harusnya manajemen tahu ini akan terjadi ketika mereka tidak bisa menyanggupi kesepakatan itu."

Bambang mengatakan, semua itu menjadi sebuah dilema besar untuknya karena dibenturkan pada dua buah hal yang benar-benar sangat prinsip. Yaitu, kecintaan dia terhadap Persija dan juga tanggung jawabnya kepada teman-teman sebagai seorang kapten.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.