Kompas.com - 06/12/2012, 15:14 WIB
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebelum mengembuskan napas terakhir, penyerang asal Paraguay, Diego Mendieta, sempat menanyakan gajinya yang belum dibayar Persis Solo, tetapi ia hanya diberi janji. Demikian diungkapkan teman Diego, Arum.

“Sebelum meninggal, Diego masih menyakan gajinya. Dia menelpon Pak Totok (Totok Supriyanto, Manajer Persis), namun hanya diberi janji,” ujar Arum.

Diego mengalami masalah kesehatan, yang belakangan diketahui karena virus Cytomegalovirus dan jamur Candidiasis, sejak awal November. Ia sempat dirawat di RSI Yarsis Solo dan PKU Muhammadiyah Solo, sebelum dibawa ke Rumah Sakit Dr Moewardi Solo (RSDM) pada 27 November 2012. Ia dirawat di RSDM hingga mengembuskan napas terakhir, pada Selasa (4/12/2012) dini hari WIB.

Diego masuk-keluar rumah sakit karena tidak punya biaya untuk berobat hingga tuntas. Hal tersebut terjadi karena belum menerima gaji dari Persis Solo selama empat bulan. Persis baru memenuhi kewajiban mereka setelah Diego tutup usia.

Selama sakit hingga meninggal, Diego didampingi Arum. Menurut Arum, Diego tak mau makan makanan dari rumah sakit.

“Dia tak mau makan. Paling hanya makan sedikit pizza atau fried chicken yang dibeli dari luar rumah sakit,” kenang Arum.

Beberapa jam sebelum meninggal, lanjut Arum, Diego minta sop ayam. Menurut Arum, ia meninggalkan Diego dengan perasaan tak tega, tak seperti biasanya. Meski begitu, Arum mengaku tetap berusaha mencari sop ayam.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arum mendapatkan pesanan Diego. Namun, Arum mengatakan, baru makan beberapa sendok, Diego muntah-muntah. Kondisi Diego disebut Arum semakin memburuk setelah itu sehingga dibawa ke Unit Gawat Darurat. Namun, nyawanya tak tertolong.

Pada Rabu (5/12/2012) pukul 13.30, jenazah Diego dipindahkan dari RSDM ke rumah duka Tiong Ting, Solo. Pada pukul Rabu (5/12/2012) pukul 16.00, jenazah diterbangkan ke Jakarta untuk dipulangkan ke Paraguay. Penerbangan jenazah dari Jakarta ke Paraguay diurus oleh Kedutaan Besar Paraguay untuk Indonesia.

Menurut Ketua Umum Harian Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), Haryo Yuniarto, jenazah Diego disemayamkan di Rumah Sakit Harapan Kita untuk sementara, menunggu penerbangan ke Paraguay. "Rencananya jenazah akan diterbangkan ke negara asalnya Jumat besok (7/12/2012)," tukas Haryo. 

“Nanti akan transit dibeberapa negara. Mungkin dua hari baru sampai Paraguay,” ujar seorang staf Kedutaan Besar Paraguay untuk Indonesia.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X