Ferguson Merasa Dikerjai Arsenal

Kompas.com - 10/08/2012, 01:32 WIB
EditorHery Prasetyo

MANCHESTER, KOMPAS.com - Manajer Manchester United (MU), Sir Alex Ferguson, merasa dikerjai Arsenal soal transfer Robin van Persie. Dia mengaku sudah melakukan cara terbaik untuk mentransfer striker Belanda tersebut, namun Arsenal seolah mempersulitnya.

Van Persie sudah menolak perpanjangan kontrak dengan Arsenal. Artinya, mau tak mau Arsenal harus menjualnya jika tak mau kehilangan dirinya tanpa mendapat sepeser pun.

Beberapa klub langsung meminati Van Persie. Selain MU, Manchester City dan Juventus juga berusaha mendapatkannya. MU sudah menawar dengan harga 15 juta pounds (sekitar Rp 222,1 miliar). Namun, Arsenal menginginkan harga 20 juta pounds (sekitar 296,2 miliar).

Persoalannya bukan hanya harga saja. Arsenal, menurut Ferguson, seolah sengaja membuat proses transfer menjadi sangat sulit.

"Ini sangat sulit untuk mengetahui kenapa mereka bertindak dengan cara seperti ini. Kami sudah mencoba yang terbaik, tapi tak ada kemajuan juga," keluh Ferguson.

"Anda tahu kami sudah berada di posisi terdepan dan mengajukan penawaran, tapi Arsenal berusaha untuk bernegosiasi dengan klub lain. Mereka tak memberi apa pun. Kami belum melakukan terobosan," tambahnya.

Sebuah sumber yang dekat dengan Van Persie yang berlatih bersama Arsenal di Jerman mengatakan, striker Belanda itu sebenarnya memilih pindah ke MU. Tapi, Manchester City juga terus berusaha mendapatkannya.

Manajer Arsenal Arsene Wenger yang tak pernah menjual pemain kepada Ferguson, sebelumnya mengindikasikan lebih memilih menjual Van Persie ke Juventus. (SUN)

 

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X