Kompas.com - 17/07/2012, 07:11 WIB
EditorHery Prasetyo

MADRID, KOMPAS.com Bulan Juli penuh kejutan. Ditantang untuk melanjutkan dominasinya di Eropa dan dunia, tim Spanyol menjawabnya penuh keyakinan. ”La Furia Roja” menjawab dengan gelar juara Eropa 2012 setelah menjadi kampiun di Piala Dunia Afrika Selatan 2010 dan Piala Eropa 2008. Xavi dan kawan-kawan berada di puncak dunia.

Kejutan lain muncul. Brasil terdepak dari 10 besar tim terbaik FIFA. Turun enam anak tangga dari posisi kelima ke posisi 11 peringkat FIFA adalah prestasi terburuk lima kali kampiun piala dunia ini.

Sepak bola indah
Dua gelar terakhir yang diraih tim ”Matador” dalam enam tahun terakhir mengukuhkan mereka sebagai kekuatan baru sepak bola dunia. Penanda aras.

Di tangan Luis Aragones, Spanyol memulai perubahan dengan menerapkan tiki-taka, gaya bermain sepak bola yang diterapkan FC Barcelona. Pemain bertubuh mungil yang mampu mengolah bola di kaki dengan sangat lengket dan dalam jarak antarpemain yang rapat. Tanpa sadar, dengan umpan terobosan melalui sela-sela kaki dan mencetak gol ke gawang menjadi ciri khas tim Spanyol.

Vincente del Bosque di Polandia-Ukraina memoles dan mengubah gaya ini sedikit dengan meniadakan penyerang. Hanya ada Cesc Fabregas, gelandang serang FC Barcelona, yang berfungsi sebagai penyerang. Cap penyerang palsu pun tertuju ke Fabregas. ”False Nine”, begitu sebutannya.

Pelatih Brasil Mano Menezes, seperti diberitakan Reuters, mengakui kedigdayaan Spanyol saat ini. Namun, baginya, Brasil tidak perlu menjadi mesin fotokopi, menjiplak mentah-mentah gaya bermain Spanyol.

”Juara selalu menjadi penanda aras dan Spanyol melakukan hal itu. Brasil melakukannya pada masa lalu,” katanya.

Ya, jogo bonito, sebutan bagi gaya tim ”Samba”. Goyangan para pemain tim ”Samba” pada Piala Dunia 1982 menjadi salah satu bukti memikatnya jogo bonito. Variasi umpan pendek dan umpan lambung dibumbui kemampuan menggiring bola disisipi atraksi juggling bola ditambah permainan terbuka membuat gaya itu sedap dipandang mata.

Mantan pelatih klub Gremio dan Corinthians ini menyatakan, mereka tidak akan meniru gaya Spanyol. ”Permainan kami selalu menyertakan penyerang dan dalam budaya Brasil, para penggemar ingin melihat mereka di lapangan,” katanya.

Yang harus dipelajari, lanjut Menezes, adalah cara menghadapi Jordi Alba dan kawan-kawan, bukan meniru gaya permainan mereka. Publik menunggu bukti janji Menezes jika kedua tim bertemu di Olimpiade 2012. (Reuters)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Playoff IBL 2022 di C-Tra Arena, Keuntungan Prawira Bandung

Playoff IBL 2022 di C-Tra Arena, Keuntungan Prawira Bandung

Sports
Link Live Streaming Malaysia Masters 2022, Ginting Didukung Rekor Sempurna

Link Live Streaming Malaysia Masters 2022, Ginting Didukung Rekor Sempurna

Sports
Malaysia Masters 2022: Chico Makin Percaya Diri Jelang Lawan Wakil Thailand

Malaysia Masters 2022: Chico Makin Percaya Diri Jelang Lawan Wakil Thailand

Badminton
Klasemen Piala AFF U19 2022: Indonesia Melorot, Grup Malaysia Sengit

Klasemen Piala AFF U19 2022: Indonesia Melorot, Grup Malaysia Sengit

Sports
Piala Presiden 2022: PSS Sleman Punya Rekor Bagus Lawan Borneo FC

Piala Presiden 2022: PSS Sleman Punya Rekor Bagus Lawan Borneo FC

Liga Indonesia
Timnas U19 Indonesia Mandul Lawan Vietnam dan Thailand, Apa yang Salah?

Timnas U19 Indonesia Mandul Lawan Vietnam dan Thailand, Apa yang Salah?

Sports
Jadwal Malaysia Masters 2022: 12 Wakil Indonesia Berjuang di 16 Besar

Jadwal Malaysia Masters 2022: 12 Wakil Indonesia Berjuang di 16 Besar

Badminton
Piala AFF U19 2022: Gawang Cahya Supriadi Masih Suci, Pelatih Thailand Memuji

Piala AFF U19 2022: Gawang Cahya Supriadi Masih Suci, Pelatih Thailand Memuji

Liga Indonesia
Piala Presiden 2022: Pelatih Borneo FC Akui PSS Kuat Main di Kandang

Piala Presiden 2022: Pelatih Borneo FC Akui PSS Kuat Main di Kandang

Liga Indonesia
Raheem Sterling Menuju Chelsea, Sepakat Usai Bicara Langsung dengan Tuchel

Raheem Sterling Menuju Chelsea, Sepakat Usai Bicara Langsung dengan Tuchel

Sports
Daftar Pemain Filipina U19 untuk Piala AFF U19 2022

Daftar Pemain Filipina U19 untuk Piala AFF U19 2022

Sports
Jadwal Semifinal Piala Presiden 2022, PSIS Vs Arema FC dan PSS Sleman Vs Borneo FC

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2022, PSIS Vs Arema FC dan PSS Sleman Vs Borneo FC

Sports
Timnas U19 Indonesia Vs Thailand, Shin Tae-yong Minta Rekomendasi Striker

Timnas U19 Indonesia Vs Thailand, Shin Tae-yong Minta Rekomendasi Striker

Liga Indonesia
Bocorkan Debut Pratama Arhan bersama Tokyo Verdy, Sang Penerjemah Dipecat

Bocorkan Debut Pratama Arhan bersama Tokyo Verdy, Sang Penerjemah Dipecat

Sports
Piala AFF U19 2022: Jawaban Shin Tae-yong soal Strategi Lawan Filipina dan Pengganti Marselino

Piala AFF U19 2022: Jawaban Shin Tae-yong soal Strategi Lawan Filipina dan Pengganti Marselino

Sports
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.