Saran dari Jepang untuk Sepak Bola Indonesia

Kompas.com - 09/07/2012, 15:56 WIB

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tak bisa dipungkiri, Jepang kini telah bertransformasi menjadi kiblat sepak bola di ranah Asia. Sejumlah pemain kelas dunia seperti Hidetoshi Nakata, Keisuke Honda, hingga Shinji Kagawa adalah bukti kesuksesan negeri "Samurai Biru" itu mencetak bakat-bakat muda.

Kesuksesan tersebut tentunya otomatis berlanjut dengan torehan prestasi timnas Jepang ke kancah dunia. Sejak pertama kali lolos pada 1998, Jepang adalah tim Asia yang tak pernah absen di panggung putaran final Piala Dunia hingga 2010 lalu.

Berikut wawancara dengan pelatih timnas U-22 Jepang, Yushasi Yoshida, tentang pembinaan pemain muda di Jepang usai menjalani latihan di Stadion Chevron, Pekanbaru, Riau.

T: Apa kunci kesuksesan sepak bola Jepang saat ini?

J: Kesuksesan kami bukan dari tim senior, tetapi yang paling penting adalah tim nasional kelompok umur. Dalam Federasi sepak bola di negara kami (JFA), memiliki sistem yang baik untuk mendidik berbagai tim dari kelompok umur, U-13, U-14, dan U-16. Mereka telah membangun program yang baik demi terciptanya timnas yang berkualitas.

Jangan lupakan juga pembinaan untuk pemain U-10. Demi mendapatkan teknik yang baik, mereka harus berlatih setiap hari, lagi, lagi dan lagi. Intinya keberhasilan kami adalah tim usia muda. Ajari terus pemain sejak mereka masih muda.

T: Bagaimana cara menerapkan sistem itu?
J:Kami sekarang membuat sistem kompetisi, di mana setiap minggu, kami selalu mengadakan laga untuk semua kelompok kategori umur. Banyak jam terbang sangat penting bagi pemain muda. Hal yang kami terapkan ini sama seperti yang dilakukan dalam pembinaan sepak bola Eropa.

Untuk timnas ada dua kategori. Satu adalah tim sepak bola pelajar dan satu lagi tim yang berasal dari klub. Kami banyak membuat pertandingan untuk kedua tim itu. Bahkan, tak menutup kemungkinan juga mereka akan saling bertemu dan bertanding. JFA juga mempunyai akademi sepak bola yang baik, begitu pula di setiap klub J-League yang mempunyai akademi kelompok umur masing-masing dan mereka juga memiliki talent scout di setiap klub yang hebat.
 
T: Apakah Anda mengirim pemain muda ke luar negeri?

J: Tentu. Setiap pemain yang mempunyai bakat dan performa bagus di umur 17 atau 18 tahun memiliki indikasi dan kesempatan untuk bermain di luar negeri, khususnya di Eropa.

T: Indonesia berencana mengirim skuad U-23 ke Belanda. Menurut Anda?
J: Tentu saja mengirim pemain ke Belanda bukan rencana yang buruk, meskipun lebih baik jika kita menciptakan sistem yang baik agar bisa tercipta kompetisi setiap minggu di dalam negeri sendiri. Di Indonesia dan negara Eropa memiliki banyak perbedaan, mulai dari temperatur dan budaya.

Anda harus memiliki sistem yang baik dan murni berasal dari Indonesia. Anda memang akan mendapat sesuatu yang baik jika berlatih di Eropa. Tetapi, yang paling penting adalah bagaimana melahirkan sistem khas dari dalam negeri sendiri.

T: Jika menjadi pelatih Indonesia, program apa yang akan Anda lakukan?
J: Untuk jangka waktu pendek, saya akan mencari lebih banyak penyerang. Kemudian, mereka harus lebih mendapat jam terbang. Namun, untuk jangka panjang, saya akan membuat kompetisi yang baik setiap minggu, karena sistem seperti ini sangat penting. Saya juga akan mengembangkan sistem kepelatihan. Jika ini semua dijalankan maka tim nasional akan bisa bersaing di level dunia.

T: Bagaimana dengan peluang Jepang sendiri untuk Piala Dunia 2014?
J: Menurut saya, Jepang cukup memiliki kualitas untuk bermain di Piala Dunia nanti. Saya harap kami bisa lolos ke putaran final di Brazil.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorCaroline Damanik
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
komentar di artikel lainnya
Close Ads X