Suporter Tewas, PSSI Bakal Evaluasi Kompetisi

Kompas.com - 04/06/2012, 18:59 WIB
EditorAloysius Gonsaga

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akan melakukan evaluasi besar-besaran terhadap kompetisi, baik profesional maupun amatir, menyusul tewasnya seorang suporter dalam pertandingan lanjutan Indonesia Premier League (IPL) antara Persebaya Surabaya melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora 10 November, Tambakasari, Surabaya, Minggu (3/6/2012).

"Pertama kita turut berdukacita yang dalam atas kejadian yang sungguh tidak kita inginkan ini. Kita prihatian atas kejadian ini. Dan kita harap hal seperti ini janganlah terulang lagi karena ini sungguh menyedihkan kita semua. Apalagi pihak keluarga yang tidak menyangka suasana bisa seperti ini. Oleh karena itu pelajaran pahit dan berharga ini, betul-betul dicatat oleh seluruh penyelenggara sepak bola di Tanah Air menjaga kemungkinan hal ini tidak boleh terulang lagi. Jadi risiko-risiko suatu pertandingan harus dijaga ketat," jelas Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, kepada wartawan di kantor PSSI, Senin (4/6/2012).

Djohar berharap kejadian ini tidak terulang. Oleh karena itu, lanjut Djohar, PSSI akan mengevaluasi pelaksanaan kompetisi untuk mengetahui permasalahan yang terjadi dalam kompetisi baik profesional maupun amatir sebelum kompetisi kembali berputar pada Februari 2013.

"Jadi kita punya waktu sekitar 6-7 bulan mempersiapkan kompetisi ke depan dan juga mempersiapkan hal-hal yang diperlukan khusus untuk pembinaan penonton. Dan kita berharap juga klub-klub membentuk departemen ataupun bagian-bagian urusan suporter sehingga ada kerjasama antar klub dengan suporter semakin baik dalam pertandingan ke depan. Karena ini saling memerlukan. Klub memerlukan suporter, begitu juga sebaliknya," beber Djohar.

Disinggung wartawan apakah PSSI akan memberikan santunan bagi keluarga korban, Djohar menyatakan, "Hal itu (santunan) akan kami bicarakan dengan pengurus. Kami-kami ini kan kolektif, tentu ada pembicaraan-pembicaraan tentang itu."

Salah satu Bonek atau sebutan untuk pendukung Persebaya, Purwo Adi Utomo, meninggal saat kericuhan pecah saat laga memasuki menit akhir. Saat itu, para suporter Persebaya melakukan pelemparan ke lapangan dan bangku pemain cadangan, bahkan beberapa suporter berusaha masuk ke lapangan.

Kejadian ini membuat kericuhan antara bonek, penggemar fanatik Persebaya, dan polisi pecah. Polisi pun berusaha menghalau massa yang sebagian besar berada di tribun ekonomi sisi selatan dengan menggunakan gas air mata. Akibatnya, ratusan Bonek berebut turun sambil berdesak-desakan. Korban dinilai tewas terinjak-injak saat peristiwa ini berlangsung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Nani Bela Cristiano Ronaldo dan Sebut Man United Tak Berambisi Menang

    Nani Bela Cristiano Ronaldo dan Sebut Man United Tak Berambisi Menang

    Liga Inggris
    Jadwal Liga Inggris Man United Vs Liverpool, Berburu Kemenangan Perdana

    Jadwal Liga Inggris Man United Vs Liverpool, Berburu Kemenangan Perdana

    Liga Inggris
    Penjualan Tiket Piala Dunia 2022 Tembus 2,45 Juta, Ini Daftar Laga Paling Laku

    Penjualan Tiket Piala Dunia 2022 Tembus 2,45 Juta, Ini Daftar Laga Paling Laku

    Internasional
    Bola Basket: Sejarah, Peraturan, dan Teknik Dasar

    Bola Basket: Sejarah, Peraturan, dan Teknik Dasar

    Sports
    MotoGP Austria 2022, Kata Marc Marquez soal Peluang Comeback Lebih Cepat

    MotoGP Austria 2022, Kata Marc Marquez soal Peluang Comeback Lebih Cepat

    Motogp
    Setelah Kalah dari Bali United, Dejan Antonic Curhat Kondisi Tim 'Tidak Sehat'

    Setelah Kalah dari Bali United, Dejan Antonic Curhat Kondisi Tim "Tidak Sehat"

    Liga Indonesia
    2 Jenis Pukulan Mengumpan pada Bola Voli

    2 Jenis Pukulan Mengumpan pada Bola Voli

    Sports
    PSS Vs Persib Bandung, Komentar Seto Usai Mundurnya Robert Alberts di Persib, Jadi Keuntungan?

    PSS Vs Persib Bandung, Komentar Seto Usai Mundurnya Robert Alberts di Persib, Jadi Keuntungan?

    Liga Indonesia
    Jadwal MotoGP Austria 2022: Mulai Hari Ini, Marc Marquez Hadir

    Jadwal MotoGP Austria 2022: Mulai Hari Ini, Marc Marquez Hadir

    Motogp
    2,45 Juta Tiket Piala Dunia 2022 Terjual, Siapa Saja Negara yang Paling Banyak Membeli?

    2,45 Juta Tiket Piala Dunia 2022 Terjual, Siapa Saja Negara yang Paling Banyak Membeli?

    Internasional
    Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSS Vs Persib, Bhayangkara FC-Persebaya Main

    Jadwal Liga 1 Hari Ini: PSS Vs Persib, Bhayangkara FC-Persebaya Main

    Liga Indonesia
    Profil Tim Piala Dunia 2022: Portugal, Ujian Berat Ronaldo dkk

    Profil Tim Piala Dunia 2022: Portugal, Ujian Berat Ronaldo dkk

    Sports
    PSS Vs Persib Bandung, Jupe Tak Ingin Hilang Momentum

    PSS Vs Persib Bandung, Jupe Tak Ingin Hilang Momentum

    Liga Indonesia
    Daud Yordan Kembali ke Arena Tinju Lawan Petinju Asal Ukraina

    Daud Yordan Kembali ke Arena Tinju Lawan Petinju Asal Ukraina

    Sports
    93 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kisah Seragam Serba Hitam Italia di Piala Dunia 1938

    93 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Kisah Seragam Serba Hitam Italia di Piala Dunia 1938

    Sports
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.