PSSI Dukung Rencana Mogok Pemain IPL-ISL

Kompas.com - 29/05/2012, 18:57 WIB
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mendukung langkah sejumlah pemain dari klub Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) yang tergabung dalam Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang berencana mogok bermain jika dua kompetisi itu masih bermasalah. PSSI, melalui Penanggung Jawab timnas, Bernhard Limbong, mengakui, masih banyak klub di dua kompetisi tersebut yang dikelola secara profesional.

"Saya sangat mendukung pemain-pemain itu untuk mogok jika haknya tidak dipenuhi. Karena, memang kita ini sekarang hanya pintar bersilat lidah untuk mengurus pengurus, bukan untuk mengurus pemain," ujar Limbong saat menggelar jumpa pers di Kantor PSSI, Jakarta, Selasa (29/5/2012).

Limbong mengatakan, berbagai masalah dalam sejumlah klub tersebut jika dibiarkan terus menerus pasti akan berpengaruh bagi pemain. Apalagi, 13 klub yang ditenggarai bermasalah itu hingga saat ini terkesan sangat lambat mencari solusi untuk menyelesaikan masalah itu.

"Muara dari semua persoalan ini pasti timnas. Maka dari itu, kita sangat mendukung rencana mogok itu, biar saja klub-klub itu tahu rasa. Padahal, jika kita lihat untuk apa sih gontok-gontokan padahal kompetisi kita ini masih banyak yang menjalankan langkah semu," kata Limbong.

Presiden APPI, Ponaryo Astaman sebelumnya mengungkapkan langkah mogok bermain itu akan dilakukan jika sejumlah solusi untuk klub yang masih bermasalah, khususnya mengenai pemenuhan gaji dan izin pemain asing menemui jalan buntu. Dari catatan APPI, terdapat 13 klub dari IPL dan ISL yang hingga kini masih bermasalah mengenai pemenuhan hak pemainnya.

Adapun klub yang dituntut APPI untuk segera membayarkan gaji pemainnya diantaranya, Persija Jakarta (ISL), Deltras Sidoarjo, Sriwijaya FC, Persija (IPL), Persema, Pelita Jaya, Persibo Bojonegoro, PPSM Magelang, Bontang FC, Persiraja, Persela, Arema Indonesia (ISL), PSM Makasar, dan PSMS (ISL). 13 klub itu diultimatum untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan pemainnya hingga 7 Juni mendatang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.