Tak Ingin Seperti Mesir, Kongo Larang SMS dan Jejaring Sosial

Kompas.com - 21/12/2011, 14:40 WIB
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Pemerintah Republik Demokratik  Kongo melarang warganya menggunakan SMS (short message service) dan mengakses situs jejaring sosial, seperti Facebook dan Twitter.

Pemakaian media komunikasi tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan pergerakan melawan pemerintah. Sekadar catatan, negara tersebut sedang mengalami kekacauan saat pemilihan presiden akhir bulan lalu.

Pemerintah khawatir masyarakatnya menggunakan media tersebut untuk mengatur demonstrasi massal dan dikhawatirkan akan menggulingkan rezim yang berkuasa. Metode ini juga dipakai di negara berkembang lain seperti Mesir dan Suriah.

Namun ironisnya, larangan pemakaian SMS dan media sosial oleh pemerintah Kongo ini bakal merugikan masyarakat terutama bagi penderita tunarungu. Menurut Forbes, penderita tunarungu di negara tersebut mencapai 1,4 juta orang dari total populasi mencapai 72 juta jiwa.

Bagi kaum tunarungu, SMS menjadi media komunikasi penting karena orang yang menderita tunarungu tidak bisa mendengar pembicaraan seseorang.

Selain itu, SMS juga dipakai sebagai sistem peringatan, memberitahukan kondisi tidak aman bahkan memberi informasi yang mungkin sulit dideteksi sebelumnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X