ANTV Gugat PSSI jika Hak Siar Dibatalkan

Kompas.com - 12/10/2011, 20:44 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — ANTV menegaskan tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum kepada PSSI. Hal itu terkait upaya ANTV mempertahankan hak siar Liga Indonesia pada musim depan. ANTV sebetulnya memiliki sisa kontrak selama enam tahun dari sisa kontrak selama 10 tahun dengan PSSI.

Nilai kontrak mencapai Rp 10 miliar per tahun. Akan tetapi, PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin berniat melelang ulang hak siar tersebut. Bahkan, PSSI akan menandatangani nota kesepahaman dengan grup Media Nusantara Citra (MNC). Mereka beralasan ANTV tidak merespons ajakan bernegosiasi. Namun, pihak ANTV menampiknya.

"Kami mengirim surat kepada PSSI, Tri Goestoro, sebagai sekretaris jenderal, dengan tembusan ketua umum dan wakil ketua umum pada 12 September lalu. Tujuannya meminta audiensi seputar posisi kami sebagai TV partner dan media rights. Tetapi, mereka tidak merespons," jelas Direktur Sport ANTV Deddy Reva, kepada wartawan, Rabu (12/10/2011).

ANTV, lanjut Deddy, mengirimkan surat kembali kepada PSSI sepuluh hari kemudian. Akan tetapi, PSSI kembali tidak memberikan jawaban. "Pada 4 Oktober, Wakil Ketua Umum Farid Rahma menyampaikan adanya tawaran dari grup televisi lain. Disampaikan ada satu grup televisi memberikan penawaran. ANTV ditanya siap atau tidak melakukan review ulang. Kami katakan siap, tetapi kami tak mau ini dianggap bidding," beber Deddy.

"Kalau ada televisi berani memberikan tawaran Rp 100 miliar, ANTV berani Rp 115 miliar. Namun, masalahnya kita tidak pernah diundang. Selama ini, PSSI tidak pernah terbuka," sambungnya.

Deddy menjelaskan, ANTV meminta jadwal pertandingan sebagai pertimbangan untuk menghitung penawaran, tetapi PSSI kembali tidak mampu memenuhinya. Soalnya, PSSI belum memiliki jadwal lengkap dari 552 pertandingan yang akan bergulir selama tujuh bulan.

"Kami perlu perhitungan berapa yang akan disiarkan langsung dan disiarkan tunda. Ini tidak mungkin untuk menghitung penawaran. Kami kirim surat lagi pada Senin bahwa jadwal ini tak lengkap dan tak bisa digunakan untuk me-review. Kami meminta untuk memberikan jadwal terbaru. Tidak ada respons, tetapi justru kami yang dibilang tidak memberikan respons," tegasnya.

Lebih lanjut, Deddy berharap ANTV bisa menjelaskan kerja sama dengan PSSI. Jika PSSI bersikeras atas keputusannya, Deddy mengaku tidak segan-segan menempuh jalur hukum.

"Kami tetap bersiap melakukan siaran langsung tgl 15 Oktober (laga pembuka) di Jalak Harupat. Soalnya, kami menganggap sebagai partner PSSI dan memegang hak siar. Kami tetap ingin menjadi partner PSSI, tetapi pasti mempersiapkan langkah tertentu karena masalah ini ada dampak hukumnya. Kami pun sudah siapkan pengacara," papar Deddy.

"Kami menganggap hak siar sebagai barang dan sedang dalam sengketa. Karena itu tidak boleh digunakan oleh siapa pun. Artinya ada kemungkinan tidak ada siaran langsung," tegasnya.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X