Djohar-Farid Harus Revolusioner

Kompas.com - 10/07/2011, 06:12 WIB
EditorTjatur Wiharyo

Pada putaran kedua, sesuai dengan aturan, suara terendah dieliminasi, yaitu Achsanul dan Adhan. Japto kemudian memutuskan mengundurkan diri dari putaran kedua. Skema ini menyebabkan delapan suara mengambang yang kemudian mengalihkan suara ke Djohar.

Pada putaran kedua, Djohar lolos sebagai ketua umum dengan 61 suara. Ada tambahan delapan suara dari hasil putaran pertama 53 suara. Agusman meraih 38 suara. Ada satu suara yang hangus karena memilih calon wakil ketua umum Farid Rahman.

Djohar dipastikan terpilih sebagai ketua umum dengan mendapat suara minimal 50 persen plus 1 (51 suara) saat Agusman meraih 30 suara. Ruangan kongres pun riuh dengan teriakan dan tepuk tangan peserta. Agusman langsung menyalami Djohar yang duduk di sampingnya. Kedua kandidat tersebut saling berpelukan. Achsanul yang duduk di belakang juga maju ke depan untuk menyalami Djohar.

Pemilihan wakil ketua umum juga ketat antara Farid Rahman dan Erwin Aksa. Pemilihan diikuti 99 anggota pemilik suara karena wakil Sumbawa Barat sudah meninggalkan kongres. Pada putaran pertama, Farid meraih 47 suara dan Erwin Aksa 51 suara. Perolehan suara berubah pada putaran kedua dan mendongkrak dukungan kepada Farid menjadi 51 suara. Erwin kehilangan tiga suara dan meraih 48 suara. (ANG)

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X