Simbolisasi Rumah Tuhan di Gereja Bethel - Kompas.com

Simbolisasi Rumah Tuhan di Gereja Bethel

Kompas.com - 24/12/2010, 09:39 WIB

Berawal dari rumah ibadat sederhana, Gereja Bethel Bandung merupakan salah satu tonggak penyebaran agama Kristen di Tatar Sunda pada abad ke-19. Arsitektur bangunan ini kaya simbol teologis yang menggambarkan ajaran mulia kitab suci.

Gereja Bethel Bandung berada di Jalan Wastukancana, Bandung. Ini adalah gereja Protestan yang pertama kali dibangun di Kota Bandung, yakni pada Mei 1924, di atas lahan seluas 3.278 meter persegi. Sekitar sembilan bulan kemudian, pembangunan gereja selesai dan diresmikan pada 1 Maret 1925. Gereja seluas 432 meter persegi ini mampu menampung 500 jemaah.

Sebagai bangunan publik utama pada masa itu, gereja didirikan berdampingan dengan gedung balaikota, Bank Java, dan Gereja Santo Petrus di kawasan pusat pemerintahan. Bangunan bergaya klasik modern ini dirancang oleh arsitek Ir CP Wolff Schoemaker.

Arsitek yang merancang sejumlah bangunan bersejarah di Bandung itu menyempurnakan ide pendeta Ds JA Tydeman. Pendeta keempat yang ditugaskan di Kota Bandung pada 1893-1897 ini memprakarsai pemugaran rumah ibadat lama menjadi gereja baru.

Merunut sejarahnya, Gereja Bethel bercikal bakal dari rumah ibadat sederhana yang dibangun akhir 1800-an. Pemberitaan Injil di wilayah Priangan dimulai pada 1856 dengan pendirian rumah ibadat di pusat-pusat keresidenan. Pendeta pertama yang ditugaskan di Bandung adalah Ds FJN Brouwer (1885-1886).

Pada tahun 1916, Tydeman menggagas pembangunan gereja baru untuk menggantikan rumah ibadat lama. Seiring bertambahnya jemaah, rumah ibadat lama tidak lagi memadai. Karena itu, masyarakat pun menyebut gereja Protestan ini sebagai Gereja Baru (De Niewe Kerk). Nama Bethel baru dipakai tahun 1964. Nama yang merujuk pada Kitab Kejadian ini bermakna rumah Tuhan atau pintu gerbang surga.

Simbol teologis

Menurut Sekretaris Pelaksana Harian Majelis Jemaat GPIB Bethel Vivera Voerman, Gereja Bethel Bandung dirancang mengadopsi simbol teologis.

Pada pintu masuk utama terdapat lima anak tangga. Jumlah ini melambangkan lima batu yang dipakai David melawan Goliat. Di bagian atas pintu tersemat tulisan dalam bahasa Latin yang menyatakan bahwa rumah ini merupakan persembahan bagi Tuhan. Menara lonceng di sudut gereja melukiskan keagungan Tuhan. Lonceng ini dibunyikan menandai waktu ibadat.

Ruang utama gereja dihiasi jendela berkolom melengkung dengan 10 lubang angin. Jendela ini melambangkan 10 perintah Tuhan kepada Nabi Musa. Sebuah lampu gantung besar dipasang di tengah ruangan yang melambangkan peran iman sebagai pegangan dalam perjalanan hidup manusia.

Pada bagian altar, terpasang mimbar berkanopi melambangkan tangan Tuhan yang memberkati. Sebuah organ pipa ditaruh di bagian atas. Meski berusia puluhan tahun, orgel yang menyimbolkan suara malaikat ini masih berfungsi dengan baik. Seluruh altar menggunakan elemen kayu jati yang dianalogikan sebagai kayu salib.

(NDW/Litbang Kompas)


Editor

Close Ads X