Kerajinan Indonesia Laris di Perancis

Kompas.com - 29/07/2010, 16:05 WIB

KOMPAS.com - Berhubung masih dalam rangka musim panas dimana pantai tetap menjadi incaran utama wisatawan Perancis yang rindu badannya menjadi cokelat esotik dan juga lautnya yang hangat dengan riak ombak bersahabat, saya sekali lagi ingin membahas masalah liburan di musim panas ini.

Tapi kali ini saya ingin mengajak pembaca lebih ke darat saja, apalagi bagi pembaca yang senang belanja atau sekadar cuci mata. Di Palavas, kota pantai Montpellier selama musim panas butik-butik yang menawarkan berbagai barag dagangan, baik produk lokal hingga mancanegara boleh dbilang laris manis di musim panas.

Di setiap kota wisata apalagi yang memiliki pantai, pernak-pernik dari Asia biasanya yang paling diminati pengunjung. Karena coraknya yang meriah cocok untuk dipakai di hawa panas. Bosan dengan pakaian gelap maka corak warna bagaikan kebutuhan mutlak menghiasi tubuh pucat mereka. Dari mulai pakaian hingga perhiasan.

Minggu ini saya menyempatkan untuk mendatangi butik-butik di kota Palavas sekitar 10 km dari kota saya di Montpellier. Di kota yang memiliki pantai inilah kami sekeluarga sering menghabiskan waktu, untuk sekadar ngopi, bermain pasir atau jalan-jalan santai di kota kecilnya yang cantik.

Saat sedang cuci mata salah satu butik perhiasan, menarik mata saya... aih ternyata penjualnya adalah  orang Indonesia yang juga kenalan saya. Rupanya teman saya yang bermukim di Bali ini, setiap musim panas dia kembali ke kota Palavas untuk berjualan dan suaminya yang memiliki restoran dengan beberapa menu Indonesia juga membuka rumah makannya setiap musim panas. Setelah berbincang sedikit dan mengambil foto saya pun pamit untuk meneruskan melihat-melihat buti-butik lainnya.

Di depan butik EscaleJava saya berhenti. Saya masih ingat ketika pertama berjumpa dengan pemilik toko itu di tahun 2000, dia masih berjualan di pasar. Rela menutup usahanya di Yogyakarta dan Bali demi cintanya kepada si istri perancisnya dan juga buah hatinya. Maka teman saya, Agus Kurniawan ini memutuskan untuk mencoba usaha di Perancis.

Kami pun jadi mengobrol mencoba mengenang saat awal dirinya mencoba menawarkan produk kerajinan Indonesia kepada masyarakat di Perancis. Saya ingat berkali-kali berjumpa dengannya dulu di pasar yang diadakan setiap minggu, barang yang digelar memang dari awal sudah menarik mata pengunjung. Boleh dibilang tak terlalu pasaran.

Dan empat tahun kemudian, dia berhasil membawa barang dagangannya ke dalam butik di kota Palavas yang dinamakannya EscaleJava. Butik yang menawarkan hasil kerajinan Indonesia khususnya kerajinan tangan ini, langsung diminati para pengunjung. Memang barang yang ditawarkan terlihat lebih halus dan unik dibandingkan buatan China atau Thailand. Dari segi harga pun rupanya produk Indonesia cukup bisa bersaing dengan negara lainnya.

"Itulah kelebihan kerajinan buatan Indonesia, masih dibuat oleh tangan dan orang Perancis sangat menghargai kerajinan tangan. Makanya mereka tak terlalu suka buatan China karena bagi mereka terlalu pabrik sifatnya," tutur Agus menerangkan mengapa hasta karya Indonesia tetap nomor satu diminati di sini.

Perhiasan Indonesia paling diminati

Waktu teman saya Agus menyatakan jika kini telah memiliki toko hingga empat, saya sampai kaget dibuatnya. Bayangkan dari mulai menggelar di pasar kini bukan hanya empat toko saja yang dipegangnya tapi juga bisa memperkerjakan tenaga orang Perancis!

"Wow! Hebat kamu ya! Biasanya kan orang Indonesia yang jadi pekerja, ini malah kebalikannya. Kamu yang gaji mereka, top lah...!!" kata saya memuji.

Halaman:


EditorI Made Asdhiana

Close Ads X