PSSI Sediakan Rp 240 Miliar untuk PD 2022

Kompas.com - 02/11/2009, 17:07 WIB
Editorlou

JAKARTA, Kompas.com - PSSI Pusat terus berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkan ambisinya sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Karena itulah, PSSI meminta dukungan keluarga Bakrie melalui PT Bakrie Capital Indonesia (BCI) untuk menyiapkan dana sebesar 24 juta dollar AS (sekitar Rp 240 miliar), untuk pendanaan bidding tuan rumah Piala Dunia 2022.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengatakan, pihaknya sudah mendapat dukungan awal dari pemerintah Indonesia sekitar bulan Juli lalu sebagai syarat mengikuti promosi tuan rumah Piala Dunia.

"Jika kami belum mendapat dukungan dari pemerintah Indonesia, kami tidak bisa mengikuti bidding berikutnya seperti yang menjadi syarat mutlak dari FIFA," ungkapnya usai melakukan kerjasama bidding dengan seorang konsultan asal Swiss Michel Bacchini di Sekretariat PSSI, Minggu (1/11).

Menurutnya, dukungan awal dari pemerintah Indonesia tersebut yang menjadi tekad dari pengurus jajaran PSSI untuk berjuang menjadikan Indonesia mengikuti bidding tuan rumah Piala Dunia 2022 bersama Australia, Jepang, Korea, Kuwait dan Australia untuk kalangan Asia. Selain itu, masih ada empat negara lain yang berasal dari benua Amerika yang mencalonkan diri di tahun 2022 tersebut.

"Berbekal dukungan awal dari pemerintah Indonesia itulah, kami akhirnya bisa sampai pada melakukan kontrak kerjasama dengan Michel Bacchini, seorang konsultan berpengalaman di bidang bidding Piala Dunia. Kami menunjuk Michel Bacchini bukan sebagai jaminan mutu untuk mengegolkan niat tersebut, ini bukan masalah menjamin atau tidak, tetapi lantaran pengalamannya selama ini yang sudah berkecimpuung dalam dunia bidding tuan rumah Piala Dunia. Semoga saja di tangannya Indonesia bisa menang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022," paparnya.

Mechel Bacchini sendiri mengakui dirinya memang sudah mengetahui seluk belum Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dalam memilih kelayakan tuan rumah Piala Dunia. Dia mengaku sudah memelajari secara detail tentang FIFA. Karena itu, dia optimistis perjuangannya membawa Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 bisa tercapai.

Menyinggung masalah dana sebesar Rp 240 miliar untuk bidding tersebut, Nurdin meminta CEO Joko Driyono yang juga tim bidding Indonesia tuan rumah Piala Dunia 2022 menjelaskan rinciannya secara garis besar. Menurut Joko, dana itu nantinya akan dialokasikan untuk masalah promosi dan konsultan.

"Biaya perjalanan promosi, persiapan souvenir dan menjamu relasi serta biaya konsultan memang mendominasi alokasi dana tersebut," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X