PSIS Semarang Bubar!

Kompas.com - 05/05/2009, 17:24 WIB
Editor

SEMARANG, KOMPAS.com - Akibat terganjal masalah finansial, klub sepak bola PSIS Semarang memutuskan membubarkan diri dengan menghentikan kontrak pemain dan pelatih tim senior. Padahal, klub berjuluk Mahesa Jenar ini masih menyisakan tujuh laga di kompetisi Djarum Liga Super Indonesia.

Ketua Umum PSIS Semarang sekaligus Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip, menyatakan, keputusan tersebut dalam jumpa pers di Balaikota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/5).

"Selanjutnya, pemain tim U-21 PSIS akan menggantikan posisi pemain senior dalam sisa laga PSIS di kompetisi Djarum LSI," kata Sukawi.

Sukawi mengakui, dibubarkannya PSIS ini terkait tidak adanya sumber pembiayaan yang dapat mendanai PSIS untuk melanjutkan sisa kompetisi. Apalagi, posisi PSIS saat ini terpuruk sebagai juru kunci klasemen menyusul kekalahan 1-0 dari Persela Lamongan.

"Pihak PSIS menjamin pembubaran tersebut tidak akan berujung pada masalah karena telah berkonsultasi kepada Badan Liga Indonesia. Kalau tidak dibolehkan, kami tidak akan melangkah dengan keputusan ini," ucap Sukawi.

Sukawi menambahkan, walaupun terkendala pembiayaan, PSIS tidak akan dijual kepada perusahaan dan pemerintah daerah manapun di luar Kota Semarang. "Terkecuali, jika mereka mengizinkan home base PSIS tetap di Semarang," katanya.

Manajemen PSIS Semarang telah menghabiskan Rp 6 miliar selama musim kompetisi ini yang dipergunakan untuk biaya operasional, gaji pemain, dan transfer pemain. Sukawi mengakui, dengan dibubarkannya tim senior PSIS, maka manajemen tidak lagi mengeluarkan dana yang besar untuk biaya operasional tim.

Sukawi menjelaskan, Pemerintah Kota Semarang sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah agar dana penyertaan modal dapat segera dicairkan. "Setelah itu, PSIS dapat membeli pemain-pemain bagus tidak seperti sekarang," ujar Sukawi.

Direktur PT Mahesa Jenar, selaku pengelola PSIS Semarang, Yoyok Sukawi, mengakui bahwa keputusan pembubaran tim senior PSIS tersebut membuat pemain tim U-21 PSIS harus mengikuti dua kompetisi, yakni Djarum LSI dan kompetisi antarklub U-21.

Yoyok menyatakan, para pemain tim senior sudah tidak lagi berlatih terkait keputusan tersebut. Pemain U-21 juga tetap dilatih dengan pelatih lamanya karena PSIS turut memberhentikan Bambang Nurdiansyah.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X