Rahasia Sepasang Gol Messi

Kompas.com - 03/05/2009, 06:33 WIB
Editor

MADRID, KOMPAS.com - Dalam dua kali selebrasi gol ke gawang Iker Casillas dalam duel "El Classico", penyerang Barcelona, Lionel Messi menunjukkan kaus dalam bertuliskan "Sindrom X Fragil". Ada makna tersirat di situ.

Dalam bahasa medis Inggris, tulisan itu berbunyi: "Fragile X Syndrome". Frase itu berarti sebuah kondisi di mana seseorang mengalami sindrom genetik yang membuat seseorang bermasalah secara emosional, mental, fisik. Keadaan ini biasa dikaitkan dengan autisme. Gejalanya bisa macam-macam, mulai dari masalah berinteraksi dengan lingkungan, daya ingat, pertumbuhan intelektualitas, dan daya pandang. Penderita penyakit ini harus mendapat perlakuan istimewa.

Memahami definisi tulisan itu,  Messi pun punya maksud khusus memakai dan mempertontonkan tulisan itu dalam selebrasi gol. Ia ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang mengalami kekhususan itu.

Juga bukan tanpa dasar jika Messi melakukan itu. Bulan lalu, Messi menghabiskan satu hari di Barcelona bersama dengan seorang anak yang mengalami perbedaan tersebut.

Messi pun pernah merasakan menjadi anak yang berbeda dari teman sekitarnya. Saat umurnya 11 tahun, dokter menemukan bahwa tubuhnya tidak cukup memproduksi hormon yang merangsang pertumbuhan dan sel-sel reproduksi. River Plate berminat mengadopsi Messi, tapi tak sanggup mengeluarkan dana 1.500 dolar AS per bulan untuk merawatnya.

Untungnya, Barcelona peduli. Klub dari Catalunya ini mengangkat bocah bertalenta tersebut sebagai anak didiknya. Kini, pemain dengan postur tubuh setinggi 170 cm itu berubah menjadi pemain jenius di lapangan hijau.

Dengan mengangkat kostum merah-biru dan menunjukkan kaus tadi usai mencetak gol, Messi ingin menunjukkan sesuatu yang lebih dari sekadar berlari, mencetak gol, dan dielu-elukan. Prestasinya memutarbalikkan pandangan awam tentang orang-orang berkarakter khusus tersebut.

Messi dipuja-puja karena memiliki talenta yang membuat banyak orang ternganga, mungkin sampai tak sempat berdecak kagum. Tanpa digugah, orang akan berlomba bertepuk tangan dan berteriak histeris karena Messi menghadirkan keajaiban sepak bola.

Apakah kita punya perhatian yang sama kepada mereka yang butuh dukungan dan perhatian namun tak bisa memberikan balasan? (GL)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X