Salin Artikel

Juara Tanpa Mahkota, Jejak Indonesia di Piala AFF dari Masa ke Masa

Enam kali melaju ke final PIala AFF dan tak menjadi juara, bukan waktunya meratap juga kali ini. Waktunya untuk bangkit dan melanjutkan fase “asah pedang” dan penggodokan di kawah candradimuka.

==

ENAM kali berlaga di final Piala AFF sejak masih bernama Piala Tiger tetapi belum juga pernah menjadi juara, Indonesia sempat punya julukan sebagai juara tanpa mahkota. 

Ini bukan cerita yang harus diratapi, apalagi bila mengikuti penampilan hingga saat terakhir pemain Indonesia di laga final Piala AFF 2020, Sabtu (1/1/2022).

Dalam 13 kali Piala AFF berlangsung, sejak masih bernama Piala Tiger, Indonesia selalu turut serta. Sepanjang itu juga, penampilan Timnas Indonesia tidak bisa dibilang buruk.

Sebut saja, Indonesia bukan cuma satu kali mencatatkan top scorer di ajang dua tahunan ini. Ada nama Gendut Doni (1996), Bambang Pamungkas (2002), Ilham Jaya Kesuma (2004), dan Budi Sudarsono (2008). Pemain Indonesia juga masuk dalam deretan most valuable player (MVP) Piala AFF, yaitu Firman Utina (2010).

Nama pemain Indonesia ada pula dalam daftar 10 besar pencetak gol terbanyak sepanjang gelaran Piala AFF dari masa ke masa, yaitu Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas, masing-masing dengan 13 dan 12 gol.

Selain enam kali melaju ke babak final, Tim Garuda juga tiga kali berlaga di semifinal Piala Tiger dan Piala AFF. Puncaknya, Indonesia sampai mendapat atribusi gelar sebagai juara tanpa mahkota.

Di balik sebutan juara tanpa mahkota

Sebutan juara tanpa mahkota bagi Indonesia mencuat setelah Tim Garuda mencatat sejarah hattrick—tiga kali berturut-turut—berlaga di babak final Piala AFF—baik saat masih satu laga tunggal final maupun setelah babak puncak digelar dalam dua leg—tetapi tak juga menjadi juara. Ini terjadi pada AFF 2000, AFF 2002, dan AFF 2004.

Salah satu penampilan Tim Garuda di Piala AFF yang cukup bikin dada bergemuruh adalah pada laga final Piala AFF 2010. Setelah menaklukkan Malaysia dengan kemenangan dramatis 2-1, Indonesia dipecundangi 0-3 di Gelora Bung Karno. Rusuh.

Pada 2016, lagi-lagi gelar Juara AFF baru mintip-mintip alias nyaris menyapa Indonesia. Berhadapan dengan Thailand di laga final, Indonesia kalah selisih gol dari Thailand dengan skor 2-1 dan 0-2. Gelar juara tanpa mahkota pun makin lekat saja untuk Timnas Indonesia.

Hanya Thailand yang mengungguli Indonesia soal jumlah penampilan di laga final Piala AFF dari masa ke masa.

Hanya Thailand yang mengungguli Indonesia soal jumlah penampilan di laga final Piala AFF dari masa ke masa. Timnas Thailand tercatat delapan kali melaju ke laga final Piala AFF—sejak masih bernama Piala Tiger—dengan enam di antaranya menjadi juara, yaitu pada 1996, 2000, 2002,2014, 2016, dan 2020.

Singapura yang empat kali memenangi AFF—yaitu pada 1998, 2004, 2007, dan 2012—pun baru merasakan laga final AFF sebanyak jumlah kemenangannya itu.

Setali tiga uang, Malaysia yang selalu jadi lawan seru setiap kali berhadapan dengan Indonesia—meski alasannya tak hanya sepak bola—juga baru empat kali melaju ke final. Bedanya, Malaysia pernah satu kali menjadi juara AFF, yaitu pada AFF 2010 tadi.

Vietnam yang pernah dua kali menjuarai AFF pun baru tiga kali melaju ke babak final. Piala AFF mereka petik pada 2008 dan 2018. Justru saat menjadi tuan rumah pada 1998 mereka gagal menjadi juara sekalipun melaju ke final, ketika sistem final AFF masih pertandingan tunggal.

Secara total poin—dari poin kemenangan, seri, dan kalah—selama 13 kali Piala AFF digelar dari masa ke masa, Indonesia ada di peringkat ketiga dari 11 tim nasional yang pernah menyepak bola di ajang dua tahunan negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini. Di atas Indonesia adalah Thailand dan Vietnam.

Tak selalu kalah dari Thailand

Sepanjang pertemuan Indonesia dan Thailand di Piala AFF, terutama selepas fase grup, Indonesia sejatinya tak selalu kalah dari Thailand. Kalaupun bertemu di final dan Thailand yang jadi juara, sebagian di antaranya karena selisih gol semata.

Pada Piala AFF 1998, misalnya, Indonesia menempati peringkat ketiga setelah menundukkan Thailand lewat penalti. Sebelumnya, Laga penuh waktu dan perpanjangan memberikan skor 3-3 bagi kedua tim, dalam sistem masih berupa pertandingan tunggal. Penalti memberikan kemenangan 5-4 bagi Indonesia.

Gelar juara Piala AFF terakhir Thailand sebelum AFF 2020, yaitu pada AFF 2016, pun didapat lewat selisih gol atas Indonesia, dengan skor 1-2 dan 2-0 di dua leg pertandingan final pada saat itu.

AFF 2020

Di AFF 2020, Timnas Indonesia yang sempat dipandang sebelah mata karena sepenuhnya diisi pemain muda, tak pernah mencatatkan kekalahan hingga babak semifinal. Kalau enggak menang ya seri saja, baik di fase grup maupun semifinal. 

Berhadapan dengan Thailand yang membukukan poin sempurna di fase grup dan semifinal tanpa satu kali pun kalah, penampilan Timnas Indonesia di leg 1 final AFF 2020 memang cukup bikin ngilu, dibabat empat gol tanpa balas.

Namun, penampilan Tim Garuda di leg 2 menghadapi Tim Gajah Putih patut bikin bangga. Ini terutama bila melihat data statistik dan jam terbang pemain dari kedua tim.

Lebih dulu melesakkan bola ke gawang Thailand, Indonesia mendominasi penguasaan bola dan lapangan lawan sepanjang paruh pertama waktu pertandingan. Sejumlah peluang bagus juga layak dicatat.

Ketinggalan 1-2 begitu paruh kedua berlangsung—termasuk insiden gol bunuh diri Asnawi di posisi yang memang sulit dihindari—anak-anak muda yang mengawaki Timnas Indonesia tak patah begitu saja.

Terbukti, Egy Maulana Vikri menjebol gawang Thailand lewat tembakan dari sudut jauh kotak penalti ke sisi kiri gawang Timnas Gajah Putih dan menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Perlawanan ngotot dipertunjukkan hingga peluit panjang mengakhiri pertandingan, meski statistik akhir menunjukkan permainan ada dalam kendali Thailand.

Tantangan sesungguhnya

Gelar juara tanpa mahkota masih harus ditelan Indonesia dari Piala AFF 2020. Bedanya, komposisi tim kali ini yang sepenuhnya adalah anak-anak muda patut dilihat sebagai titik baru harapan bagi sepak bola Indonesia.

Bila pola pelatihan dan mental petarung anak-anak muda ini bisa terus dikelola dan menjadi role model bagi sistem pembinaan dan kompetisi sepak bola di dalam negeri, bukan tidak mungkin pada suatu masa sepak bola pun akan mengumandangkan Indonesia Raya di arena kompetisi regional dan internasional.

Bukan waktunya meratap, kali ini. Waktunya untuk bangkit dan melanjutkan fase “asah pedang” dan penggodokan di kawah candradimuka.

Perbaiki kompetisi di dalam negeri dan sistem pembinaan atlet. Perbanyak peluang berlaga di kompetisi papan atas bagi anak-anak muda. Ini tantangan sesungguhnya dari akhir Piala AFF 2020.

Terima kasih, garuda-garuda muda! Lanjutkan tempaan dan perjuangan!

Naskah: KOMPAS.com/PALUPI ANNISA AULIANI

https://bola.kompas.com/read/2022/01/01/22361738/juara-tanpa-mahkota-jejak-indonesia-di-piala-aff-dari-masa-ke-masa

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Joe Biden Bahagia dan Tertawa Amerika Menang atas Iran

Joe Biden Bahagia dan Tertawa Amerika Menang atas Iran

Sports
Babak Pertama Australia Vs Denmark Tuntas Tanpa Gol

Babak Pertama Australia Vs Denmark Tuntas Tanpa Gol

Internasional
Babak I Tunisia Vs Perancis: 1 Gol Dianulir, Laga Imbang

Babak I Tunisia Vs Perancis: 1 Gol Dianulir, Laga Imbang

Sports
Rumah Beto Goncalves Jadi Markas Pesepak Bola Brasil Saat Piala Dunia 2022

Rumah Beto Goncalves Jadi Markas Pesepak Bola Brasil Saat Piala Dunia 2022

Liga Indonesia
Jordi Amat dan Sandy Walsh Bisa Main di Piala AFF 2022 Usai Resmi Pindah Federasi

Jordi Amat dan Sandy Walsh Bisa Main di Piala AFF 2022 Usai Resmi Pindah Federasi

Liga Indonesia
Piala Dunia 2022 - Pelatih Arema FC Jagokan Portugal Juara

Piala Dunia 2022 - Pelatih Arema FC Jagokan Portugal Juara

Internasional
Link Live Streaming Australia Vs Denmark di Piala Dunia 2022, Kickoff 22.00 WIB

Link Live Streaming Australia Vs Denmark di Piala Dunia 2022, Kickoff 22.00 WIB

Internasional
Hasil Otopsi Dua Korban Tragedi Kanjuruhan: Terdapat Kekerasan Benda Tumpul

Hasil Otopsi Dua Korban Tragedi Kanjuruhan: Terdapat Kekerasan Benda Tumpul

Liga Indonesia
Cristiano Ronaldo dan Tawaran Fantastis Rp3,2 Triliun dari Arab Saudi

Cristiano Ronaldo dan Tawaran Fantastis Rp3,2 Triliun dari Arab Saudi

Internasional
Del Piero kepada Neymar: Andai Pergelangan Kaki Bisa Ditukar...

Del Piero kepada Neymar: Andai Pergelangan Kaki Bisa Ditukar...

Sports
Link Live Streaming Tunisia Vs Perancis di Piala Dunia 2022, Kickoff 22.00 WIB

Link Live Streaming Tunisia Vs Perancis di Piala Dunia 2022, Kickoff 22.00 WIB

Internasional
Polandia Vs Argentina, Bukan Sekadar Lewandowski dan Messi

Polandia Vs Argentina, Bukan Sekadar Lewandowski dan Messi

Internasional
Tunisia Vs Perancis, Pelatih Elang dari Kartago Sebut Tak Ada yang Mustahil

Tunisia Vs Perancis, Pelatih Elang dari Kartago Sebut Tak Ada yang Mustahil

Internasional
Kosta Rika Vs Jeman: Ada yang Senang Saat Der Panzer Bermain Buruk

Kosta Rika Vs Jeman: Ada yang Senang Saat Der Panzer Bermain Buruk

Internasional
Sejarah Penerapan VAR di Piala Dunia dan Kontroversinya

Sejarah Penerapan VAR di Piala Dunia dan Kontroversinya

Internasional
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.