Salin Artikel

Ditampar 1-6, Pemain AS Roma Tak Punya Pilihan Selain Meminta Maaf

Lorenzo Pellegrini yang mewakili rekan-rekannya mengatakan bahwa para pemain hanya bisa meminta maaf atas kekalahan telak yang AS Roma derita.

Namun, Lorenzo Pellegrini menyebut para pemain AS Roma akan berusaha menjadi lebih kuat daripada sebelumnya.

Hal tersebut dia katakan seusai laga Bodo/Glimt vs AS Roma yang berlangsung di Stadion Aspmyra, Norwegia, pada Kamis (21/10/2021) malam WIB.

Adapun laga Bodo/Glimt vs AS Roma itu berakhir dengan skor 6-1 untuk kemenangan tim tuan rumah.

Gol-gol yang membawa Bodo/Glimt meraih kemenangan dicetak oleh Erik Botheim (8', 52'), Patrick Berg (20'), Ola Solbakken (71', 80'), dan Amahl Pellegrino (78').

Sementara, satu gol hiburan untuk AS Roma tercipta berkat penyelesaian akhir Carles Perez yang memanfaatkan assist Amadou Diawara pada menit ke-28.

Kekalahan 1-6 dari Bodo/Glimt menjadi tamparan telak bagi I Giallorossi, jukukan AS Roma.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh Lorenzo Pellegrini dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Tamparan telak menghadirkan rasa malu di tengah para pemain AS Roma yang tak punya pilihan selain meminta maaf.

"Tidak banyak yang bisa saya katakan, saya hanya bisa meminta maaf dan kembali lebih kuat daripada sebelumnya," kata Lorenzo Pellegrini, dikutip dari Football Italia.

"Kami mengatakan apa yang kami butuhkan di ruang ganti. Terkadang, Anda membutuhkan tamparan supaya belajar dan kami mendapat tamparan di wajah hari ini," ujar Pellegrini.

"Kami harus memastikan bahwa kami belajar dari rasa malu ini dan menjaga sikap itu selama sisa musim ini," tutur Pellegrini menambahkan.

Setelah itu, Pellegrini mengatakan bahwa dirinya sangat marah dengan kekalahan telak yang dialami AS Roma.

Gelandang berusia 25 tahun itu mengaku ingin bekerja lebih keras dan bangkit pada laga-laga selanjutnya.

"Saya marah. Saya tidak khawatir, tidak kecewa, hanya marah. Mulai besok, kami harus bekerja lebih keras lagi, karena ada pertandingan yang harus kami menangi," ucap Pellegrini.

Kekalahan 1-6 dari Bodo/Glimt tak hanya dirasakan oleh para pemain. Sang pelatih, Jose Mourinho, tentu merasakan penderitaan serupa.

Mourinho pun harus menerima catatan buruk setelah kekalahan telak dari Bodo/Glimt.

Melansir Opta Paolo, ini adalah kali pertama tim yang ditukangi Jose Mourinho kebobolan enam gol dalam satu pertandingan.

Catatan buruk itu terukir saat Jose Mourinho melakoni laga ke-1008 dalam karier kepelatihannya.

Sementara itu, bagi AS Roma, kekalahan dari Bodo/Glimt membuat mereka tergusur dari puncak klasemen Grup C UEFA Conference League 2021-2022.

AS Roma kini turun ke peringkat kedua dengan koleksi enam poin dari dua pertandingan. Mereka tertinggal satu poin dari Bodo/Glimt yang berada di puncak klasemen.

https://bola.kompas.com/read/2021/10/22/11573408/ditampar-1-6-pemain-as-roma-tak-punya-pilihan-selain-meminta-maaf

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.