Salin Artikel

Brasil Vs Spanyol, Misi Dani Alves Raih Gelar Ke-43 di Olimpiade Tokyo

KOMPAS.com - Kapten timnas Brasil Dani Alves sampai saat ini tercatat sudah mengoleksi 42 gelar juara sepanjang karier sepak bolanya.

Angka tersebut membuat Dani Alves kini berstatus pemain dengan koleksi gelar juara terbanyak dalam sejarah sepak bola dunia.

Dani Alves untuk sementara unggul empat trofi atas mantan rekan satu timnya di Barcelona, Lionel Messi.

Di level klub, Dani Alves sudah pernah meraih gelar Liga Champions, Liga Europa, Liga Perancis, Liga Spanyol, Liga Italia, hingga Piala Dunia Antarklub.

Bersama timnas Brasil, Dani Alves sejauh ini sudah mengoleksi empat trofi, yakni dua Copa America dan dua Piala Konfederasi.

Akhir pekan ini, mantan pemain Barcelona dan Juventus itu berpeluang besar meraih gelar kelimanya bersama timnas Brasil.

Misi yang harus dituntaskan Dani Alves adalah mengantar timnas Brasil mengalahkan Spanyol pada final sepak bola putra Olimpiade Tokyo 2020, Sabtu (7/8/2021).

Dani Alves menjadi salah satu sosok kunci keberhasilan timnas Brasil melangkah ke final Olimpiade Tokyo 2020.

Meski sudah berusia 38 tahun, dia selalu tampil sebagai starter dan tidak pernah ditarik keluar pada lima laga timnas Brasil sejak fase grup.

Terkini, Dani Alves bermain lebih dari 120 menit ketika timnas Brasil menghadapi Meksiko pada semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

Timnas Brasil terpaksa bermain sampai babak adu penalti setelah ditahan imbang 0-0 oleh Meksiko sampai extra time.

Pada babak adu penalti, Alves yang maju sebagai eksekutor pertama timnas Brasil sukses menyelesaikan tugasnya.

Timnas Brasil pada akhirnya berhak melaju ke final Olimpiade Tokyo 2020 setelah berhasil menumbangkan Meksiko 4-2 lewat adu penalti.

Meski belum mencetak gol atau assist, Alves tampil sangat konsisten pada lima laga timnas Brasil hingga semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

Dikutip dari situs Sofascore, Dani Alves sebagai bek kanan kini menjadi pemain dengan jumlah operan kunci (16), intersep (7), umpan silang akurat (8), dan dribble sukses (8) tertinggi dalam skuad timnas Brasil.

Statistik itu tentu bisa menjadi bukti bahwa dia masih memiliki kualitas meskipun sudah berusia 38 tahun.

Namun, Dani Alves kini menghadapi tantangan berat jika ingin mengantar timnas Brasil mempertahankan medali emas Olimpiade di Tokyo.

Sebab, timnas Brasil akan menghadapi timnas Spanyol yang diperkuat banyak bintang, seperti Eric Garcia, Pedri, Daniel Olmo, hingga Marco Asensio.

Dani Alves juga harus mempersiapkan mentalnya karena Spanyol sudah dia angggap sebagai negara keduanya.

Hal itu diungkapkan Dani Alves sebelum Olimpiade Tokyo 2020.

"Semua orang tahu bahwa salah satu kelemahan saya adalah timnas Spanyol," kata Dani Alves dikutip dari situs Marca.

"Tentu saja saya akan senang menghadapi timnas Spanyol di final. Sebab, setengah dari diri saya berasal dari Brasil dan setengah lainnya adalah Spanyol," tuturnya.

Pernyataan tersebut berkaitan dengan fakta bahwa Dani Alves pernah bermain di Spanyol selama 14 tahun pada periode 2002-2016 dengan membela Sevilla dan Barcelona.

https://bola.kompas.com/read/2021/08/04/21200028/brasil-vs-spanyol-misi-dani-alves-raih-gelar-ke-43-di-olimpiade-tokyo

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa yang Dimaksud dengan Jump Ball dalam Bola Basket?

Apa yang Dimaksud dengan Jump Ball dalam Bola Basket?

Sports
Carrick Nilai Man United Main Bagus Lawan Chelsea, Roy Keane Bilang Konyol

Carrick Nilai Man United Main Bagus Lawan Chelsea, Roy Keane Bilang Konyol

Liga Inggris
Buffon Si Superman Beraksi Setop Penalti, lalu Komentari Juventus dan Allegri

Buffon Si Superman Beraksi Setop Penalti, lalu Komentari Juventus dan Allegri

Liga Italia
Timnas Indonesia Libas Antalyaspor, Shin Tae-yong Sebut Garuda Berkembang

Timnas Indonesia Libas Antalyaspor, Shin Tae-yong Sebut Garuda Berkembang

Liga Indonesia
Profil Jorginho, Spesialis Tendangan Penalti Chelsea

Profil Jorginho, Spesialis Tendangan Penalti Chelsea

Sports
Kalah Beruntun, Bobol 7 Gol, dan Hujan Blunder: AC Milan Mulai Habis 'Bensin'?

Kalah Beruntun, Bobol 7 Gol, dan Hujan Blunder: AC Milan Mulai Habis "Bensin"?

Liga Italia
Robert soal Persib Kalah dari Arema: Mengecewakan, Sangat Mengecewakan

Robert soal Persib Kalah dari Arema: Mengecewakan, Sangat Mengecewakan

Liga Indonesia
Top Skor Liga Inggris: Mo Salah Teratas, Ronaldo Buntu Sejajar Bek Chelsea

Top Skor Liga Inggris: Mo Salah Teratas, Ronaldo Buntu Sejajar Bek Chelsea

Liga Inggris
Cedera Engkel, Neymar Nyatakan Semangat Kebangkitan

Cedera Engkel, Neymar Nyatakan Semangat Kebangkitan

Liga Lain
Klasemen Liga Italia: Napoli Jauhi AC Milan, Mourinho Menang Lagi, Juventus...

Klasemen Liga Italia: Napoli Jauhi AC Milan, Mourinho Menang Lagi, Juventus...

Liga Italia
Blunder Jorginho Bikin Chelsea Dibobol Man United, Tuchel Salahkan Lampu Stadion

Blunder Jorginho Bikin Chelsea Dibobol Man United, Tuchel Salahkan Lampu Stadion

Liga Inggris
Borobudur Marathon 2021: 68 Tahun, 2 Kali Kena Covid-19, Finis 21 Km

Borobudur Marathon 2021: 68 Tahun, 2 Kali Kena Covid-19, Finis 21 Km

Sports
Klasemen Liga Spanyol: Real Madrid Berkuasa, Atletico Kedua, Barca...

Klasemen Liga Spanyol: Real Madrid Berkuasa, Atletico Kedua, Barca...

Liga Spanyol
Chelsea Vs Man United, Ronaldo Cadangan gara-gara “Bisikan” Rangnick?

Chelsea Vs Man United, Ronaldo Cadangan gara-gara “Bisikan” Rangnick?

Liga Inggris
Hasil Liga Italia: AC Milan Remuk, Napoli Sendirian di Puncak, Juventus…

Hasil Liga Italia: AC Milan Remuk, Napoli Sendirian di Puncak, Juventus…

Liga Italia
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.