Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Ezra Walian dan Ferdinand Sinaga, Perwujudan Langkah Strategis Persib

BANDUNG, KOMPAS.com - Persib Bandung resmi mendatangkan Ezra Walian. Penyerang berdarah Belanda-Indonesia itu diikat dengan kontrak berdurasi tiga musim.

Ezra Walian diperkenalkan sebagai pemain anyar Persib pada Minggu (14/03/2021). Bertepatan dengan perayaan hari kelahiran klub berjulukan Maung Bandung itu yang ke-88 tahun.

Ezra Walian tercatat sebagai pemain kedua yang didatangkan Persib pada jendela transfer awal musim 2021.

Sebelum Ezra, ada Ferdinand Sinaga yang lebih dulu diperkenalkan sebagai pemain anyar Maung Bandung. Di Persib, Ferdinand diikat dengan kontrak berdurasi dua musim.

Melihat geliat transfer Persib sejauh ini, klub beralias Pangeran Biru itu tampak fokus menutup lubang menganga di lini depan.

Pasalnya, dari enam pemain yang telah resmi hengkang dari Persib, tiga di antaranya merupakan pemain bertipikal menyerang. Mereka adalah Zulham Zamrun, Beni Oktovianto, dan Ghozali Siregar.

Mendatangkan Ezra dan Ferdinand ke Bandung, bisa dibilang sebagai langkah strategis yang dilakukan Persib untuk mencegah terjadinya krisis pemain di lini depan.

Apalagi, setelah hengkangnya Zulham Zamrun dan Beni Oktovianto, stok penyerang Persib hanya tinggal menyisakan dua nama, yakni Wander Luiz dan Geoffrey Castillion.

Tentunya, kehadiran Ferdinand dan Ezra bisa membuat pelatih Persib Robert Rene Alberts merasa lebih tenang. Sebab, Persib punya kedalaman skuad yang mumpuni di pos penyerang.

Bisa dibilang juga, lini depan Persib kian mengerikan dengan hadirnya Ferdinand dan Ezra, mengingat pada musim 2020 silam, tim sudah punya duo penyerang mematikan dalam diri Wander Luiz dan Castillion.

Kolaborasi keduanya di lini depan sangat signifikan dalam mendongkrak produktivitas Persib.

Dalam tiga pertandingan di Liga 1 2020, total ada tujuh gol yang dibukukan Persib. Dari jumlah tersebut, enam gol disumbangkan duet Wander Luiz (empat gol) dan Castillion (dua gol).

Selain itu, ada keuntungan lain yang didapatkan Persib dengan kedatangan Ezra dan Ferdinand. Kedua pemain tersebut punya kemampuan bermain di lebih dari satu posisi.

Selain piawai memainkan peran sebagai penyerang utama, Ezra dan Ferdinand juga bisa bermain melebar, berperan sebagai winger.

Ketika memperkuat Persib pada musim 2014, Ferdinand beberapa kali diandalkan oleh pelatih Djadjang Nurdjaman untuk bermain di sektor sayap. Sementara peran penyerang utama dimainkan oleh Djibril Coulibaly dalam skema dasar 4-3-3.

Akan tetapi, ketika Djibril Coulibaly cedera dan harus menepi hingga akhir musim, Ferdinand kemudian mengambil alih peran striker asal Mali itu sebagai ujung tombak Persib.

Hasilnya memang cukup baik, Ferdinand mampu menyumbang 12 gol untuk Persib dan membawa Maung Bandung meraih gelar juara Liga Super Indonesia (LSI) 2014.

Bermain di pos winger tidak hanya dilakoni Ferdinand ketika membela Persib. Saat di PSM Makassar pun, Ferdinand beberapa kali ditempatkan sebagai penyerang sayap, terutama saat klub berjulukan Juku Eja itu dilatih oleh Bojan Hodak.

Dalam skema permainan yang diusung, pelatih asal Kroasia itu cenderung mengandalkan Ferdinand sebagai winger kiri. Adapun peran penyerang utama dimainkan oleh Osas Saha dan Giancarlo Rodrigues.

Secara terang-terangan, Bojan bahkan menyebut, Ferdinand punya potensi besar untuk menjadi winger kiri terbaik di Indonesia.

Tak berbeda dengan Ferdinand, Ezra Walian juga tidak hanya piawai memainkan peran sebagai penyerang utama. Mantan pemain Jong Ajax itu juga bisa bermain sebagai penyerang lubang, winger, bahkan gelandang serang.

Ketika memperkuat PSM di musim 2019, Ezra lebih sering ditampilkan sebagai winger kiri oleh pelatih Dejan Kalezic. Sementara di era Bojan Hodak, Ezra lebih kerap dimainkan sebagai winger kanan.

Menilik fleksibilitas Ferdinand dan Ezra, Persib tidak perlu risau mencari pengganti yang sepadan bagi Wander Luiz atau Castillion, jika kedua pemain tersebut sedang tidak dalam performa terbaiknya, atau terpaksa absen karena akumulasi kartu atau cedera.

Selain itu, kehadiran Ferdinand dan Ezra juga membuat Persib tak lagi dipusingkan mencari pengganti Castillion andai pemain asal Belanda itu terlambat bergabung bersama Persib.

Castillion saat ini tengah menjalani masa peminjaman di klub Serie C Italia, Como 1907. Belum diketahui secara pasti bagaimana klausul peminjaman Castillion dari Persib ke Como 1907.

Menurut kabar, penyerang berusia 30 tahun itu diperkirakan kembali ke Persib dari masa peminjamannya di Como 1907, pada Mei atau Juli 2021.

Castillion bisa saja kembali pada Mei, andai Como 1907 gagal lolos ke babak play-off promosi-degradasi Serie B Italia. Akan tetapi, bila Como 1907 berhasil menembus babak play-off, ada kemungkinan Castillion baru bisa bergabung pada Juli mendatang.

Tentunya, kehadiran Ferdinand dan Ezra menjadi langkah antisipasi Persib bila Castillion harus menetap di Italia hingga Juli 2021. Lubang yang ditinggalkan Castillion bisa ditutup oleh Ferdinand dan juga Ezra.

Tidak hanya itu, Persib juga tampaknya tidak lagi perlu mendatangkan winger anyar untuk menggantikan Ghozali Siregar.

Sebab, stok pemain di pos winger Persib terbilang aman. Di sektor tersebut, setidaknya Persib masih memiliki nama-nama seperti Esteban Vizcarra, Febri Hariyadi, Erwin Ramdani, hingga Frets Butuan.

Kedalaman skuad Persib di lini sayap sangat mumpuni. Terlebih, seperti sudah disebutkan di atas, Ezra dan Ferdinand pun sejatinya bisa bermain melebar di sektor sayap.

Melihat kebutuhan tim dalam mendatangkan pemain baru, Persib hanya tinggal fokus mencari pemain anyar di lini tengah.

Sebab di posisi tersebut, Persib sudah kehilangan Omid Nazari dan Kim Jeffrey Kurniawan. Keduanya bisa dibilang sebagai pemain vital di lini tengah Persib musim lalu.

Besar kemungkinan, satu slot di lini tengah akan diisi oleh pemain asing asal Asia, yang akan diplot sebagai suksesor Omid Nazari.

https://bola.kompas.com/read/2021/03/15/08200068/ezra-walian-dan-ferdinand-sinaga-perwujudan-langkah-strategis-persib

Terkini Lainnya

HT Man City Vs Chelsea 0-0, Jackson Lewatkan Peluang Emas

HT Man City Vs Chelsea 0-0, Jackson Lewatkan Peluang Emas

Liga Inggris
Line Up dan Link Streaming Piala FA Man City vs Chelsea, Haaland Menghilang

Line Up dan Link Streaming Piala FA Man City vs Chelsea, Haaland Menghilang

Liga Inggris
Hasil Red Sparks vs Indonesia All Star 3-2, Megawati Ucapkan Terima Kasih

Hasil Red Sparks vs Indonesia All Star 3-2, Megawati Ucapkan Terima Kasih

Sports
Hasil dan Klasemen Liga 1, Bali United Menang Dramatis, Dewa Jaga Asa

Hasil dan Klasemen Liga 1, Bali United Menang Dramatis, Dewa Jaga Asa

Liga Indonesia
SBY Ramaikan Laga Red Sparks Vs Indonesia All StarĀ 

SBY Ramaikan Laga Red Sparks Vs Indonesia All StarĀ 

Sports
Jelang Yordania Vs Indonesia, Skuad Garuda Muda Analisis Laga Lawan

Jelang Yordania Vs Indonesia, Skuad Garuda Muda Analisis Laga Lawan

Timnas Indonesia
Hasil Persib Vs Persebaya 3-1, Alasan Bojan Hodak Bahagia

Hasil Persib Vs Persebaya 3-1, Alasan Bojan Hodak Bahagia

Liga Indonesia
Demam Megawati, Fan Habiskan Rp 13 Juta demi Nonton Red Sparks

Demam Megawati, Fan Habiskan Rp 13 Juta demi Nonton Red Sparks

Sports
Hasil Liga 1: Persik Vs Persita Seri, Bhayangkara FC Degradasi

Hasil Liga 1: Persik Vs Persita Seri, Bhayangkara FC Degradasi

Liga Indonesia
Hasil Persib Vs Persebaya 3-1: David da Silva Hattrick, Cium Sepatu Ciro Alves

Hasil Persib Vs Persebaya 3-1: David da Silva Hattrick, Cium Sepatu Ciro Alves

Liga Indonesia
Pelatih Bali United Minta PSSI Tegas Tangani Dugaan Match Fixing di Liga 1

Pelatih Bali United Minta PSSI Tegas Tangani Dugaan Match Fixing di Liga 1

Liga Indonesia
Arema FC Hadapi Misi Tak Mudah, Widodo Bilang Semangat Jangan Patah

Arema FC Hadapi Misi Tak Mudah, Widodo Bilang Semangat Jangan Patah

Liga Indonesia
AC Milan dan Pioli Selesai, 2 Pelatih Klub Timur Tengah Masuk Bursa

AC Milan dan Pioli Selesai, 2 Pelatih Klub Timur Tengah Masuk Bursa

Liga Italia
Persib Vs Persebaya: Zalnando Starter, Bangkit dari Cedera Horor

Persib Vs Persebaya: Zalnando Starter, Bangkit dari Cedera Horor

Liga Indonesia
Timnas U23 Indonesia Vs Yordania: VAR Jadi Pelajaran, Garuda Punya Pengalaman

Timnas U23 Indonesia Vs Yordania: VAR Jadi Pelajaran, Garuda Punya Pengalaman

Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke