Salin Artikel

Alasan Cristiano Ronaldo Karantina Diri di Italia dan Bukan Portugal

KOMPAS.com - Mega bintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo, telah kembali ke Turin untuk menjalani karantina mandiri setelah positif terpapar virus corona saat membela negaranya di ronde laga-laga internasional.

Cristiano Ronaldo meninggalkan Portugal dengan menggunakan pesawat ambulans dari Bandara Tires di dekat kota Lisbon pukul 13:30 waktu lokal dan mendarat di Bandara Turin kurang lebih dua jam kemudian.

Cristiano Ronaldo menjalankan karantina mandiri di Italia dan bukan Portugal karena perbedaan waktu isolasi wajib kedua negara.

Menurut WHO, waktu karantina mandiri wajib di Portugal bagi penderita Covid-19 tanpa gejala seperti CR7 adalah 14 hari.

Sementara, di Italia, waktu karantina mandiri hanyalah 10 hari.

Kendati demikian, seseorang tetap perlu mendapat hasil tes swab negatif untuk keluar dari karantina.

Di satu sisi, keputusan Ronaldo berpindah lokasi karantina mandiri dari Portugal ke Italia tidak melanggar protokol dan regulasi kesehatan yang telah ditetapkan.

Otoritas Kesehatan Lokal Turin telah diinfokan mengenai keputusan CR7. Dalam kasus ini, kedatangan Ronaldo lewat penerbangan medis.

Sang pemain sebenarnya tak perlu terbang dengan pesawat ambulans dan pesawat pribadi sebenarnya dapat mengangkut sang pemain.

Pada kasus tersebut, mereka yang bepergian bersama Cristiano Ronaldo akan dijemput dengan ambulans ke rumah masing- masing di mana mereka menjalani karantina mandiri.

Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) mengumumkan bahwa Cristiano Ronaldo positif terpapar Covid-19 pada Selasa (13/10/2020) malam WIB.

Penyerang berusia 35 tahun itu menjadi pemain timnas Portugal ketiga yang terkonfirmasi Covid-19 dalam sepekan terakhir setelah bek Jose Fonte dan kiper Anthony Lopes.

Pelatih Fernando Santos mengaku bingung ketika ditanya mengenai kasus yang menimpa Cristiano Ronaldo.

Ia mengutarakan bahwa pihaknya telah mengikuti segala panduan protokol kesehatan dari Direktorat Jenderal Kesehatan (DGS) Portugal.

"Ini situasi abnormal. Isu Covid-19 ini, selain menyedihkan dari sisi kemanusiaan juga karena kami telah melakukan semua yang diminta. Bagi kami kesehatan setiap pemain sangatlah penting," ujar Santos di Diario Record.

"Sejak Senin kami telah dikarantina di sini. Hanya para staf dan pemain yang masuk, tak ada orang lain."

"Namun, hal ini kejadian bukan karena kami tak mematuhi peraturan. Para pemain telah menjaga diri dan mengikuti peraturan," ujarnya lagi.

Selama sepekan terakhir, Cristiano Ronaldo bermain menghadapi Perancis dan Spanyol.

Epidemiologis terkemuka Portugal, Maio Freitas, mengutarakan bahwa "ada sesuatu yang salah" dengan prosedur di timnas Portugal.

Ia mengacu ke protokol kesehatan di timnas Portugal, terutama yang terlihat di unggahan Cristiano Ronaldo hanya beberapa jam sebelum ia dikonfirmasi dengan Covid-19.

"Virus ini punya kapasitas penyebaran hebat kalau orang-orang tidak menjaga jarak atau memakai masker. Jika kedua faktor itu digabung, risikonya jadi lebih besar," tutur Freitas kepada A Bola, seperti dikutip dari Tuttosport.

"Ada yang salah dalam kasus ini," ujarnya mempertanyakan efektivitas gelembung perlindungan yang telah diterapkan federasi Portugal.

"Kendati bubble sudah tercipta, hanya perlu satu momen kelengahan bagi seseorang untuk terinfeksi. Virus ini bukan matematika. Jika demikian, kita sudah bisa mengendalikannya dengan mudah," tutur Freitas lagi.

https://bola.kompas.com/read/2020/10/15/05200088/alasan-cristiano-ronaldo-karantina-diri-di-italia-dan-bukan-portugal

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semifinal BWF World Tour Finals, Marcus Akui Menyentuh Shuttlecock, tetapi...

Semifinal BWF World Tour Finals, Marcus Akui Menyentuh Shuttlecock, tetapi...

Badminton
Hasil Madura United vs Persib, Gol Cepat Bawa Maung Bandung Naik Peringkat

Hasil Madura United vs Persib, Gol Cepat Bawa Maung Bandung Naik Peringkat

Sports
Lens Vs PSG, Mauricio Pochettino Sabar Menanti Ledakan Messi

Lens Vs PSG, Mauricio Pochettino Sabar Menanti Ledakan Messi

Liga Lain
Turnamen Catur Klasik Bakal Dapat Banyak Tempat

Turnamen Catur Klasik Bakal Dapat Banyak Tempat

Sports
Mengapa Tenis Meja Dikenal dengan Istilah Pingpong?

Mengapa Tenis Meja Dikenal dengan Istilah Pingpong?

Sports
Kunci Marcus/Kevin Tampil Konsisten dan Tembus 5 Final Beruntun

Kunci Marcus/Kevin Tampil Konsisten dan Tembus 5 Final Beruntun

Badminton
Babak I Madura United vs Persib, Maung Bandung Unggul Cepat

Babak I Madura United vs Persib, Maung Bandung Unggul Cepat

Sports
Hasil BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Batal Revans, Marcus/Kevin ke Final!

Hasil BWF World Tour Finals: Greysia/Apriyani Batal Revans, Marcus/Kevin ke Final!

Badminton
Hasil West Ham Vs Chelsea: Rekor Thiago Silva Tak Menolong, Si Biru Diremuk Palu 2-3

Hasil West Ham Vs Chelsea: Rekor Thiago Silva Tak Menolong, Si Biru Diremuk Palu 2-3

Liga Inggris
BWF World Tour Finals, Strategi Marcus/Kevin Sukses Singkirkan Juara Olimpiade

BWF World Tour Finals, Strategi Marcus/Kevin Sukses Singkirkan Juara Olimpiade

Badminton
Hasil ONE Championship: Regian Eersel Berhasil Pertahankan Gelar Juara Dunia

Hasil ONE Championship: Regian Eersel Berhasil Pertahankan Gelar Juara Dunia

Sports
Link Live Streaming Barcelona Vs Real Betis, Kick-off 22.15 WIB

Link Live Streaming Barcelona Vs Real Betis, Kick-off 22.15 WIB

Liga Spanyol
Link Live Streaming Wolves Vs Liverpool, Kickoff 22.00 WIB

Link Live Streaming Wolves Vs Liverpool, Kickoff 22.00 WIB

Liga Inggris
Hasil BWF World Tour Finals: Bikin Lawan Frustrasi hingga Lempar Raket, Marcus/Kevin Lolos ke Final!

Hasil BWF World Tour Finals: Bikin Lawan Frustrasi hingga Lempar Raket, Marcus/Kevin Lolos ke Final!

Badminton
Lens Vs PSG: Hakimi Sebut Ligue 1 Kompetisi Sulit Berlevel Tinggi

Lens Vs PSG: Hakimi Sebut Ligue 1 Kompetisi Sulit Berlevel Tinggi

Liga Lain
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.