Salin Artikel

Akhir Penderitaan 16 Tahun Leeds United untuk Kembali ke Premier League

KOMPAS.com - Leeds United memastikan diri promosi ke Premier League pada Sabtu (18/7/2020) dini hari WIB. Ini adalah akhir penderitaan 16 tahun bagi kubu asal Yorkshire tersebut.

Kepastian ini didapat setelah West Brom kalah 1-2 kontra Huddersfield Town.

Hassil tersebut memastikan Leeds paling rendah akan finish di posisi kedua Championship Division, kasta kedua Liga Inggris.

Leeds bisa menjadi juara apabila Brentford gagal mengalahkan Stoke pada akhir pekan ini atau jika mereka sendiri bisa mengambil poin melawan Derby County.

Leeds dominan di Championship dengan tak pernah keluar dari dua besar klasemen sejak November.

Leeds melakoni perjalanan panjang untuk kembali ke Premier League. 

The Whites menjadi salah satu contoh yang paling sering disebut apabila membicarakan klub dengan besar pasak daripada tiang.

Leeds lolos ke kompetisi antarklub Eropa selama beberapa tahun beruntun pada akhir 1990-an dan awal 2000-an.

Mereka bahkan menembus semifinal Liga Champions 2001.

Namun, klub ternyata meminjam uang dalam jumlah besar untuk membeli pemain-pemain terbaik, mempertaruhkan pendapatan hak siar dan hadiah uang di Liga Champions dengan performa di lapangan.

Hal ini terbukti fatal ketika mereka finish peringkat keempat dan kelima pada 2000-20001 dan 2001-2002, sehingga gagal lolos ke Liga Champions untuk dua tahun beruntun.

Klub pun terpaksa menjual pemain-pemain terbaik mereka, termasuk Rio Ferdinand ke rival berat mereka, Manchester United.

Alhasil, Leeds melorot dari peringkat kelima menjadi ke-15 pada 2002-2003 dan terdegradasi pada 2003-2004 dalam keadaan finansial yang gawat darurat.

Kendati Leeds hampir promosi di bawah pelatih Kevin Blackwell pada 2005-2006, kesulitan finansial klub membuat Leeds masuk administrasi dan diturunkan ke League One, kasta ketiga Liga Inggris.

Ini adalah awal momen tak menentu klub dengan Leeds menunjuk 14 pelatih selama 15 tahun berikutnya.

Leeds juga harus menerima pengurangan poin minus 15 di League One pada awal 2007-2008.

Baru setelah tiga tahun di League One, Leeds kembali ke Championship.

Akan tetapi, Leeds menghadapi beberapa tahun kesemenjanaan di paruh bawah kasta kedua Liga Inggris tersebut.

Babak baru datang setelah klub diambil alih oleh pemilik baru kontroversial Massimo Cellino, yang juga presiden Cagliari ketika itu, pada April 2014.

Kehadiran Cellino menjadi awal dari beberapa tahun penuh drama di mana ia didiskualifikasi dari Football League setelah dirinya terbukti bersalah menghindari pembayaran pajak oleh pengadilan Italia.

Kendati Cellino tidak bisa kembali ke klub, ia tetap memegang kendali Leeds.

Sang pemilik melakukan serangkaian pergantian pelatih nan aneh, termasuk saat menunjuk pelatih tim junior David Hockaday hanya untuk menukangi klub selama 70 hari dan juga Darko Milanic, yang hanya bertahan 36 hari.

Barulah pada Januari 2017, pengusaha asal italia, Andrea Radrizzani, pelan-pelan mengambil alih kepemimpinan klub dari Cellino.

Pada Mei 2017, Radrizzani akhirnya membeli sisa 50 persen saham dari Cellino.

Kestabilan di manajemen atas ini menurun ke skuad bermain dengan Radrizzani menunjuk Marcelo Bielsa pada Juni 2018.

Pelatih kelas dunia itu menggebrak sepak bola Eropa dengan metode kepelatihan penuh intensitas bersama timnas Argentina, Chile, dan Athletic Bilbao.

Leeds bertransformasi pada 2018-2019, menghadirkan gaya sepak bola yang hampir tak pernah dipraktekkan di level tersebut sebelumnya.

Leeds bermain dari belakang dengan para pemain memaksimalkan lebar lapangan. Permainan pressing mereka tiada dua, dimulai dari para penyerang.

Namun, Bielsa juga sempat mendulang kontroversi setelah ia ketahuan sering mengirim staff-nya untuk mengintip sesi latihan tim lain.

Musim pertama Bielsa yang begitu menjanjikan berakhir dengan kekecewaan.

Performa klub merosot pada paruh kedua musim tersebut dan mereka akhirnya kalah di playoff.

Pada awal musim ini, klub juga kehilangan dua figur kunci, Pontus Jansson dan Keemar Roofe.

Akan tetapi, mereka berhasil meyakinkan Marcelo Bielsa untuk bertahan. 

"Sepak bola gaya Bielsa sangatlah karismatik, mengikuti jejak kakinya akan sesulit seperti menemukan pengganti (pelatih legendaris) Don Revie," tulis The Yorkshire Post.

Leeds pun kembali bermain trengginas dan kali ini menunjukkan ketahanan mental lebih baik ketimbang pada musim pertama Leeds.

Mereka menghadapi serangkaian cobaan seperti hanya menorehkan dua kemenangan dari 12 laga pada Desember-Februari 2020.

Ada juga hukuman delapan laga kiper Kiko Casilla karena penggunaan bahasa rasialis pada September.

Leeds berhasil menorehkan lima kemenangan beruntun sebelum musim dihentikan sementara karena pandemi virus corona.

Namun, mereka kembali dengan kuat setelah musim dilanjutkan kembali pada akhir Juni.

Mereka tak terkalahkan dalam enam laga termasuk mencatatkan empat kemenangan beruntun untuk mengakhiri penderitaan 16 tahun.

https://bola.kompas.com/read/2020/07/18/05500068/akhir-penderitaan-16-tahun-leeds-united-untuk-kembali-ke-premier-league

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.