Salin Artikel

Pengamat Bulu Tangkis Sebut Ada Inkonsistensi di Sektor Tunggal

Pebulu tangkis tunggal putra dan tunggal putri Indonesia gagal meraih mimpinya di Fuzhou China Open 2019.

Tiga pebulu tangkis di nomor tunggal justru harus angkat kaki pada babak pertama dan kedua turnamen Fuzhou China Open 2019 yang berlangsung di Haixia Olympic Center, 5-10 November.

Mereka adalah tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan tunggal putri Fitriani yang langsung terhenti pada babak pertama.

Sedangkan itu, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung gagal lolos ke perempat final setelah kalah pada babak kedua dari Tai Tzu Ying (Taiwan).

Tunggal putra Jonatan Christie juga terhenti pada babak perempat final setelah kalah dari pebulu tangkis Denmark, Anders Antonsen.

"Jadi gini, kita sebenarnya dari sisi kuantitas juga tidak banyak. Kita saat ini seringnya mengandalkan Jojo dan Ginting saja," ucap Broto Happy saat ditemui di GOR Tanjung Priuk, Sabtu (9/11/2019).

"Dari sisi kualitas, mereka juga belum bisa dikatakan stabil. Mereka belum konsisten," tuturnya melanjutkan.

Broto Happy kemudian mengatakan bahwa kuantitas tunggal putra dulu lebih banyak dibanding sekarang.

Hal itu juga berimbas kepada kualitas individu pemainnya yang semakin bagus.

"Zaman dulu kita punya banyak pemain tunggal yang hebat. Mereka sering menjegal lawan dari negara lain makanya kita sering liat di babak semifinal atau final yang main pemain Indonesia lagi," ucapnya.

Pengamat bulu tangkis tersebut juga mengatakan, jika Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie tidak bisa tampil lebih konsisten, maka akan kalah bersaing dengan pebulu tangkis dunia.

"Melihat sekarang persaingan juga sudah merata, saya kira agak sulit kalau Jojo dan Ginting tidak bisa merubah permainannya menjadi lebih konsisten," ucapnya.

Tidak berbeda jauh dengan tunggal putra, Broto Happy juga menyebut bahwa Indonesia hanya mengandalkan Gregoria Mariska Tunjung dan Fitriani di beberapa turnamen BWF.

Broto Happy menegaskan bahwa Gregoria dan Fitriani tetap harus bertahan di Pelatnas dan diberi target. 

Namun, dia memberi saran agar PBSI juga segera menyiapkan pelapis Gregoria dan Fitriani.

"Mereka juga masih sering kalah di babak awal. Kalau menurut pandangan saya, ya sudah mereka tetap dikasih target, tetapi PBSI juga sambil jalan menyiapkan pelapisnya," ucap Broto Happy.

Broto Happy juga menyoroti penampilan salah satu tunggal putri junior Indonesia saat di Kejuaraan Dunia Junior beberapa waktu lalu.

Menurut eks wartawan Bola itu, Putri Kusuma Wardani atau sering disapa Putri KW memiliki potensi untuk menjadi tunggal putri Indonesia yang bagus di masa depan.

Meski demikian, Broto Happy mengakui bahwa baik tunggal putra dan tunggal putri Indonesia bukan tidak bisa berada di jajaran pebulu tangkis hebat di masa depan.

Teknik yang dimiliki sudah cukup baik, tetapi banyak faktor non teknik lainnya yang bisa mempengaruhi penampilan atlet itu sendiri.

"Mungkin ada beberapa faktor yang mendasarinya. Entah faktor kemauan, faktor fisik, atau faktor nonteknik lainnya," ucap Broto Happy.

Secara keseluruhan, dia mengatakan bahwa masalah yang paling dia soroti adalah persaingan nomor tunggal di Pelatnas yang tidak sekompetitif dulu.

Dia menjelaskan bahwa baik Anthony, Jonatan, Gregoria, maupun Fitriani kekurangan partner latihan yang setidaknya berada di level yang sama dengan mereka.

"Jadi ketika mereka punya banyak partner latihan kan sudah terasa persaingannya kompetitif. Jadi ketika diturunkan di turnamen apa pun mereka sudah siap," ujarnya.

Lebih lanjut, Broto Happy tetap mengembalikan semua proses pembinaan kepada PP PBSI sebagai induk bulu tangkis Indonesia.

Dia berharap PBSI akan cepat membina atlet junior yang akan menjadi masa depan bulu tangkis Indonesia.

https://bola.kompas.com/read/2019/11/10/15200018/pengamat-bulu-tangkis-sebut-ada-inkonsistensi-di-sektor-tunggal

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.