SURABAYA, KOMPAS.com - Tanpa penonton, Persebaya Surabaya seperti kehilangan giginya. Mereka tak bisa berbuat banyak saat menjamu Sriwijaya FC dan dipaksa menyerah 0-2, Rabu (10/2), di Stadion Gelora 10 Nopember.
Persebaya pun gagal membalas kekalahan yang mereka alami saat melawat ke kandang Sriwijaya di putaran pertama, Oktober 2009. Saat itu, Persebaya menyerah 1-2.
Sebenarnya, Persebaya mengawali permainan dengan baik dan terus menekan. Peluang pun langsung tercipta lewat Andi Odank, tapi gagal dikonversi menjadi gol. Demikian juga peluang di menit ke-25 lewat John Tarkpor. Tapi, bola tendangannya berhasil ditepis kiper Sriwijaya, Ferry Rotinsulu.
Jelang pertengahan babak pertama usai, Sriwijaya gantian menekan. Tercatat dua peluang berhasil diciptakan Sriwijaya, melalui Arif Suyono dan Keith Kayamba Gumbs. Namun, Sriwijaya baru mencetak gol pada menit ke-37, setelah Ambrizal sukses menanduk bola tendangan penjuru.
Memasuki babak kedua, Persebaya berusaha kembali menekan dan menyamakan kedudukan. Mereka memasukkan Corinus Fingkreuw untuk menggantikan Josh Maguire. Permainan Persebaya memang sedikit tajam. Namun, mereka tetap gagal membobol gawang lawan. Bahkan, pada masa injury time babak kedua, Zah Rahan Krangar membobol gawang Persebaya dan memastikan Sriwijaya FC menang 2-0. (HPR)
Editor: hpr
Dibaca : 3244 | Dikomentar : 9