PSSI Lempar Wacana Suporter di Jawa Tak Boleh Tandang
Rabu, 10/2/2010 | 10:26 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Banyaknya kerusuhan yang dilakukan oleh pendukung atau suporter sepak bola yang kebanyakan terjadi di Jawa kini membuat PSSI kian geram.

Ketua Umum PSSI Nurdin Halid pun melemparkan wacana untuk suporter di Jawa tidak boleh melihat pertandingan tandang (di luar kandang). Hal ini diusulkannya saat ia memberikan sambutan seusai pelantikan Pengda PSSI Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (9/2/2010) malam.

Menurutnya, banyak kasus kerusuhan antar-suporter di Jawa yang telah terjadi. Misalnya, jika Arema datang ke Surabaya selalu terjadi bentrokan antar-suporter, begitu pula sebaliknya. Jika Persebaya ke Arema, pasti juga terjadi bentrokan antar-suporter.

Sama halnya seperti beberapa saat lalu ketika Persebaya datang ke Bandung untuk bertandang ke Persib. "Sejauh ini suporter Persebaya tidak pernah bentrok dengan pendukung Persib, tapi kerusuhan malah terjadi di Solo saat suporter Persebaya naik kereta api dilempari masyarakat Solo dengan menggunakan batu. Itu kan sangat mengerikan dan tidak seharusnya terjadi," katanya.

Dengan banyaknya pelanggaran yang dilakukan suporter, kata Nurdin, tentu akan berimbas pula bagi klub kebanggaan mereka. "Ada sanksi yang didapatkan dari Komisi Disiplin (Komdis), tapi saya rasa sanksi yang diberikan pun tidak efektif. Ada apa dengan para suporter di Jawa ini? Mengapa cenderung anarkis?" ungkapnya.

Nurdin mengatakan, dalam hal ini suporter memang perlu dibina. "Jika suporter ada untuk memeriahkan dan memberikan dukungan memang perlu, karena sepak bola tanpa pendukung akan susah berkembang. Namun, jika ada banyak pendukung tapi anarki, itu yang membuat sepak bola nasional kita akan lebih sulit untuk berkembang," paparnya.

Ia pun meminta kepada Pengda PSSI Jatim yang akan melakukan rapat pengda untuk membahas persoalan kasus kerusuhan suporter. "Untuk suporter tidak boleh melihat pertandingan tandang, kalau bisa juga dibahas," tuturnya.

Menurutnya, Jatim memang perlu menyelesaikan persolan ini karena Jatim memiliki banyak klub sepak bola yang berlaga di liga nasional. "Persoalan ini pada dasarnya menjadi tanggung jawab bersama, tapi untuk saat ini wacana larangan melihat pertandingan tandang bagi suporter hendaknya dibahas dulu di Jatim," kata dia.

Bagi Nurdin, Jatim merupakan provinsi yang istimewa. "Jatim adalah gudangnya prestasi bagi sepak bola nasional. Banyak pemain nasional asal Jatim, banyak klub Jatim yang memenangi liga nasional. Namun, di balik banyaknya prestasi, Jatim juga gudangnya masalah. Jika tidak segera diselesaikan, maka prestasi yang diraih pun tidak lagi menjadi istimewa," tegasnya.

C5-10

Editor: Glo

Dibaca : 3852 | Dikomentar : 24

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
anti pssi @ Sabtu, 13 Februari 2010 | 20:53 WIB
rombak lah semua anggota pssi.................... semuanya tak becus menangani liga indonesia................. tonk mihak ka the jak uae atuh euy.................
pansus senturi @ Rabu, 10 Februari 2010 | 22:13 WIB
kakean cangkem ......belum ada suporter yang dipenjara..tapi ketua PSSI nya mantan narapidana...itupun kalo masyarakat nganggep nurdin ketua..
Fals@ @ Rabu, 10 Februari 2010 | 21:50 WIB
BERSATU SUPPORTER JAWA TIMUR,HIMPUN KEKUATAN TUK "AMPUTASI" PSSI PIMPINAN NURDIN,Bagaimana....??? Salam Damai Supporter Indonesia
bukan ruhut @ Rabu, 10 Februari 2010 | 20:43 WIB
daeng,jangan marah.okeh daeng?
kutukupret @ Rabu, 10 Februari 2010 | 19:26 WIB
Mau bicara apapun atau diam saja memang ketum PSSI
23 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code