LONDON, KOMPAS.com - Salah satu pemilik West Ham United, David Sullivan, berencana memotong gaji pemainnya. Ini dilakukan agar timnya tidak mengalami kehancuran.
"Setiap orang diminta untuk mengurangi (gaji) musim panas ini," kata Sullivan kepada Sun. "Setiap posisi dibayar lebih mahal, apakah di bagian administrasi atau pemain. Semua menerima gaji lebih besar dibanding klub lain."
Pemain dengan bayaran tinggi seperti Scott Parker, Kieron Dyer, dan Matthew Upson termasuk dalam rencana pengurangan gaji itu. Masing-masing dari mereka kira-kira mendapat gaji 65.000 poundstelring atau hampir Rp 1 miliar per pekan.
Sullivan tidak menyebutkan berapa besar pemangkasan pendapatan itu. Namun, diperkirakan mencapai 25 persen. Upaya ini terpaksa ditempuh untuk menyelamatkan timnya yang sedang menanggung utang 15 juta pounds (hampir Rp 220 miliar). Kondisi "The Hammers" bahkan lebih buruk dari Newcastle United, yang terdegradasi musim lalu dan dipaksa menjual para pemainnya.
"Akan menjadi kimat (Armageddon) jika kami jatuh. Itu lebih buruk dari apa yang terjadi pada Newcastle. Kami sudah memotong gaji (beberapa orang) tapi mungkin harus melakukannya lagi pada 20 atau 30 orang lain mulai musim panas. Orang-orang di posisi senior menawarkan secara sukarela pengurangan sebesar 25 persen agar tetap bekerja," ungkapnya.
"The Hammers" saat ini sedang berjuang keluar dari jurang degradasi Liga Inggris. Jika kalah dari Birmingham City, Rabu (10/2/2010) esok, sulit bagi mereka untuk memperbaiki diri.
LHW
Editor: lhwDibaca : 2058 | Dikomentar : 0