Ironi Tahun Baru Sepak Bola Iran
Ilustrasi
Artikel Terkait:
Selasa, 5/1/2010 | 14:22 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Apa salahnya berkirim ucapan selamat tahun baru. Bisa saja keliru jika ucapan itu dikirimkan kepada pihak yang salah. Itulah ironi yang terjadi pada salah satu direktur Federasi Sepak Bola Iran (IFF) ini.

Mohammad-Mansour Azimzadeh Ardebili, nama direktur tersebut, bertugas sebagai humas dalam urusan hubungan luar negeri di IFF. Seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya, IFF pun mengirimkan ucapan selamat tahun baru kepada semua federasi sepak bola anggota FIFA.

Ardebili kemudian menyusun surat elektronik yang ditujukan kepada daftar alamat e-mail di komputernya. Mungkin karena daftar itu panjang, Ardebili tak menyadari bahwa di situ ada alamat e-mail Federasi Sepak Bola Israel (IFA).

Juru bicara IFA Gil Lebanony mengatakan, mereka terkejut setelah menerima ucapan selamat itu. Mereka pun mengirimkan surat balasan sebagai ucapan terima kasih dan selamat, lengkap dengan emoticon kerlingan mata.

"Attorney Amir Navon, Kepala Departemen Legal kami, telah menerima surat tersebut," kata Lebanony. "Dia datang ke kantor saya dan bertanya apakah ini sebuah kesalahan. Saya jawab, 'Saya tidak tahu, tapi marilah mengirim balasannya'."

"Maka, kami membalasnya, 'Kami berterima kasih atas ucapan Selamat Tahun Baru Anda dan semoga yang terbaik untuk rakyat Iran di tahun baru.' Kami juga menyampaikan harapan kami semoga mereka menjalani tahun indah dalam sepak bola."

Surat balasan itulah yang kemudian menyadarkan Ardebili atas kesalahannya. Setiap tahun Iran memang selalu mengirim ucapan tersebut ke semua anggota FIFA kecuali Israel sebab mereka menganggap tidak ada negara bernama Israel.

"Ucapan selamat ini dikirim ke seluruh dunia. Ini salah, ini salah," sesal Ardebili. Atas kekhilafannya itu, Ardebili akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

"Sebuah kesalahan besar mengirim e-mail kepada federasi sepak bola Israel," kata Presiden Sepak Bola Iran Ali Kaffashian dalam sebuah pernyataan kepada Mehrs. "Meski demikian, saya yakin Direktur Hubungan Luar Negeri tidak melakukannya secara sengaja."

Perselisihan antara Iran dan Israel di dunia olahraga memang sepanas hubungan politik kedua negara tersebut. Iran tidak pernah mau mengikuti turnamen sepak bola internasional yang juga diikuti oleh Israel. Pemain Iran Vahid Hashemian pun pernah menolak diberangkatkan oleh Bayern Muenchen ketika timnya berhadapan dengan klub Israel Macabi Tel Aviv pada duel Liga Champions 2004. (*)

LHW

Editor: lhw

Dibaca : 10302 | Dikomentar : 18

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
aNDIKA @ Sabtu, 20 Maret 2010 | 17:28 WIB
semoga tuhan memberkati @pedro dari kegelapan pikirannya amin
pedro @ Senin, 8 Februari 2010 | 17:05 WIB
Tuhan memberkati Israel..bangsa yang besar
abot @ Senin, 8 Februari 2010 | 14:24 WIB
memang benar tak pernah ada yang namanya israel dalam sejarah dunia ini
HENDURAJATO @ Minggu, 24 Januari 2010 | 12:15 WIB
I SAID NO TO ISRAEL AND SAID NO TO HOLOCAUST! There is no israel country.
azmania @ Jumat, 22 Januari 2010 | 20:33 WIB
SAY NO 2 ISRAEL....SAY NO 2 HOLOCAUST
15 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code