Hughes: City Khianati Saya
Mantan pelatih Manchester City, Mark Hughes.
Senin, 21/12/2009 | 03:49 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Mantan pelatih Manchester City, Mark Hughes, merasa dikhianati karena City memecatnya secara mendadak, tanpa pembicaraan awal. Menurutnya, klub sudah jauh-jauh hari merencanakan pemecatan itu, tanpa sepengetahuan dirinya.

Hughes dipecat beberapa saat setelah mengantarkan anak-anak didiknya menang 4-3 atas Sunderland, dalam duel lanjutan Premier League, Sabtu (19/12/2009). Keputusan itu cukup aneh untuk disebut mendadak, karena bersamaan dengan pengumuman pemecatan Hughes, City juga menyatakan telah mengontrak Roberto Mancini sebagai pelatih baru.

"Saya diinformasikan setelah pertandingan hari Sabtu melawan Sunderland, bahwa kontrak saya dengan Manchester City diputus. Saya tak diberi peringatan awal mengenai keputusan klub itu. Mengingat cepatnya klub mengikat pengganti saya, tampaknya klub telah memutuskan sejumlah pertimbangan beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Lebih jauh, Hughes mengaku mengerti, bahwa semua orang di City ingin melihat tim meraih lebih banyak kemenangan. Namun, sejauh ini, semua berjalan sesuai rencana dan terlalu cepat menyimpulkan bahwa ia telah gagal.

"Saya kecewa karena tidak diberi kesempatan melihat rencana saya di klub hingga tuntas. Awal musim ini, saya bicara dengan pemilik dan disetujui bahwa target realistis musim ini adalah finis di urutan keenam di Premier League atau mengoleksi 70 poin di akhir musim," ulasnya.

"Sementara semua orang di klub ingin melihat lebih banyak kemenangan, kami telah mencapai target. Kami juga mencatatkan kemenangan hebat atas Arsenal dan Chelsea. Saya sangat bangga telah membawa klub ini kepada masa paling penting untuk mengubah sejarah," tandasnya.

Sementara itu, sebelumnya City sendiri mengaku tidak puas dengan posisi klub yang berada di posisi keenam dengan 29 poin. Mengingat klub sudah mengeluarkan uang senilai lebih dari Rp 1,6 triliun, mereka menilai, City seharusnya lebih baik dari itu. (SKY)

TUR

Editor: tjatur

Dibaca : 40584 | Dikomentar : 14

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
aan @ Jumat, 25 Desember 2009 | 19:51 WIB
setuju ama king henry....
MU MU @ Rabu, 23 Desember 2009 | 09:12 WIB
makanya...contohlah MU, awal 90an.. MU bukan apa2 di liga inggris, fergie hampir dipecat, tapi karena kesabaran petinggi MU dan fans...akhirnya ya inilah yg sekarang diraih MU,... panen gelar...bersakit2 dahulu senang2 kemudian,... Chelsea dan MC jgn harap cara instan akan dapat membuat mereka tangguh selamanya... ingat Mie Instant masih kalah enak sama Mie jawa atau mie china....hehehehehehe
patoUlar @ Selasa, 22 Desember 2009 | 07:45 WIB
saya pikir pantas lah huges di rumahkan,,,, menurt saya city sudah banyk menghbiskan uang,,,jd sang pemilik menginginkan suatu perubahn yang extrem,,,,,,,, sama halnya seperti kita,,,,,kl ingin barang yang bagus ya harus kocek dompet yg lbih inilah bola,,,,,,,susah di tebak arahnya,,,,,,alias GEMBLER
olly @ Senin, 21 Desember 2009 | 12:40 WIB
sinting nih City. jangan berharap tim bertabur pemain mahal bisa langsung klop di musim pertama. lagian yang kau beli itu bukan pemain yang tergolong top level. introspeksi lah. pergantian pelatih di tengah jalan tidak akan memberikan jaminan apa-apa untuk City musim ini.
eto @ Senin, 21 Desember 2009 | 12:10 WIB
barca gila benar liga italy gk bakal kehilangan bintang ya.gua bilang italy lebih seru dari pada spanyol.gua juga gk mau main di spanyol lg.gara2 ya ya tahu lalu ya derby barca espanyol.gila tuh pendukung barca masah lempar petasan ke pendukung espanyol.untug gk ada korban jiwa.
14 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code