Dapat Dua Penalti, Ferguson Masih Kecewa
Pelatih Manchester United, Alex Ferguson (kedua dari kiri), terpaksa melihat anak-anaknya bertandingan melawan Portsmouth dari tribun penonton, Sabtu (28/11).
Minggu, 29/11/2009 | 04:34 WIB

PORTSMOUTH, KOMPAS.com - Pelatih Manchester United (MU) Alex Ferguson, mengaku kecewa karena timnya kebobolan gol dari titik penalti pada duel versus Portsmouth dalam lanjutan Premier League, Sabtu (28/11). Padahal, pada laga yang berakhir 4-1 untuk MU itu, wasit Mike Dean menghadiahkan dua penalti buat tim asuhan Ferguson.

Obral tiga penalti dimulai ketika Michael Brown melanggar Rooney di menit ke-25. Rooney yang menjadi eksekutor, sukses mengirim bola ke dalam gawang "Pompey".

Tujuh menit berselang, giliran Portsmouth yang dapat hadiah penalti, menyusul pelanggaran Nemanja Vidic kepada Frederic Piquionne. Kevin-Prince Boateng yang dipercaya mengambil hadiah, mampu menjalankan tugas dengan baik dan menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Di menit ke-48, MU kembali unggul melalui Rooney. Gol kedua MU ini bukan dicetak dari titik penalti, melainkan dari bola hidup. Rooney bisa membobol gawang Portsmouth setelah menerima kiriman bola dari Ryan Giggs.

Di menit ke-54, MU kembali mendapat hadiah penalti, setelah Giggs dijatuhkan Piquionne. Rooney yang kembali diberi kepercayaan untuk melakukan eksekusi, berhasil mencetak gol ketiga.

Sementara itu, gol keempat MU dicetak oleh Giggs di menit ke-87. Dipercaya mengambil tendangan bebas, Giggs berhasil meloloskan bola ke sudut kanan atas gawang Portsmouth.

"Hakim garis menempatkan wasit di bawah tekanan besar dan (wasit) harus mendengarkan orang yang berada sejauh 50 yard dari tempatnya berdiri. Anda melihat hal ini (terjadi) di kotak penalti setiap pekan. Bila Anda mengatakan orang yang berkelahi di sudut lapangan atau menarik kostum pantas dihukum penalti, itu bisa diterima," ujarnya.

"Namun, yang terjadi bukan seperti dan hakim garis ini mengubah seluruh panduan pengambilan keputusan yang normal. Jadi, merupakan hasil yang mengecewakan bagi kami (melihat musuh mendapat penalti dalam situasi itu. Babak kedua hadir di waktu yang tepat bagi kami dan yang penting adalah tetap menjaga disiplin, ketenangan, dan bermain sesuai gaya kami," tandasnya.

Sekadar catatan, pada pertandingan itu, Ferguson duduk di kursi penonton karena ia sedang menjalani hukuman skorsing menyusul komentarnya soal kebugaran wasit Alan Wiley. (GL)

TUR

Editor: tjatur

Dibaca : 12194 | Dikomentar : 8

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
Dzikir @ Minggu, 29 November 2009 | 18:36 WIB
udahlah kek.....banyakin dzikir napa?.....
hiva @ Minggu, 29 November 2009 | 17:30 WIB
taun mending fergie jadi wasit aja.. biar mati dilapangan...
kid @ Minggu, 29 November 2009 | 13:29 WIB
siapapun pelatihnya kalo timnya diganjar penalti aneh itu juga bakal protes... stfu !!
sony @ Minggu, 29 November 2009 | 12:54 WIB
dasar kakek tua dah bau tanah masi menggerutu ters
Dorokdok @ Minggu, 29 November 2009 | 12:11 WIB
ah si kakek protes mulu... mo menang, mo kalah protes aja kerjaannya... sono maen sendiri aja deh jadi ga protes2 lagi
8 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code