LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Tottenham Hotspur, Harry Redknapp, mengaku performa anak didiknya memang mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Namun, ia masih tak percaya bahwa itu berujung pecahnya rekor gol Premier League musim ini, menyusul kemenangan spektakuler 9-1 atas Wigan Athletic, dalam lanjutan Premier League, Minggu (22/11). Pasalnya, meski bagus, performa timnya di babak pertama tidak bisa disebut istimewa.
Wajar Redknapp masih sulit memercayai kemenangan luar biasa itu. Pasalnya, secara umum, penampilan "Spurs" tidak sangat eksplosif seperti Chelsea atau Arsenal. Selain itu, mengingat "Spurs" cuma membukukan keunggulan 1-0 di akhir babak pertama, sulit dipercaya mereka akan melesakkan delapan gol di 45 menit babak kedua. Apalagi, tak satu gol pun dicetak dari titik penalti.
Bahwa kemudian Tottenham bisa mencapai hasil tersebut, nama Defoe pun harus disebut sebagai bahan bakar dan motor serangan "Spurs". Setelah mencetak gol kedua dan ketiga "Spurs", Defoe menjadi inspirasi permainan tim yang berujung lonjakan performa dan ketajaman. Di akhir laga, Defoe pun cuma bisa cengar-cengir bahagia setelah memastikan bahwa dirinya telah menyumbang lima dari sembilan gol "Spurs".
"Kami memiliki 25 menit di mana kami mengendalikan mereka di babak pertama, sebelum akhirnya mereka bangkit. Kami memasuki babak kedua dan kami katakan kami harus kembali (bermain seperti di babak pertama), yaitu dengan melakukan pressing di semua lini lapangan dan kami memutuskan berusaha dan menciptakan peluang, dan menguasai mereka," ujar Redknapp.
"Untuk Jermaine, mencetak lima gol adalah performa luar biasa. Kemarin (Sabtu), saat latihan, ia terlihat begitu tajam dan saya merasa bila ia bisa melanjutkannya dalam pertandingan, ia akan menjadi bantuan besar. Anda tidak sering mendapatkan sembilan (gol dalam satu pertandingan) di Premier League. Ini hari buruk untuk Roberto Martinez (pelatih Wigan). Namun, ia akan kembali dengan kondisi lebih kuat," hiburnya.
Menanggapi itu, Martinez juga belum menemukan kesalahan yang membuat timnya ditimpa aib kebobolan sembilan gol. Ia cuma bisa meyakini, bahwa gol-gol itu merupakan kesalahan timnya sendiri.
"Kami mengakhiri babak pertama dengan cara yang sangat kuat dan tampak seperti tim yang akan mendikte banyak hal. Namun, kami hanya bisa menyalahkan diri kami sendiri untuk gol-gol yang masuk ke gawang kami," akunya. (AP)
TUR
Dibaca : 30943 | Dikomentar : 12