PESCARA, KOMPAS.com - Italia gagal menampilkan kemapuan terbaiknya setelah hanya bermain imbang dengan Belanda 0-0 di Stadion Adriatico dalam laga persahabatan, Sabtu atau Minggu (15/11) dini hari WIB.
Tampil di hadapan publik sendiri, Italia tampil semangat berlapis untuk membenamkan Belanda. Oleh karena itu, sejak wasit, Claudio Circhetta, meniup peluit, "Gli Azzurri" berusaha mengendalikan serangan. Namun serangan Italia tersebut harus terhenti setelah salah seorang pendukung masuk ke tengah lapangan dengan mengenakan kaus "Cassano in Nazionale" yang berarti Cassano untuk tim nasional. Pihak keamananan pun sigap untuk mengamankan suporter tersebut. Hal itu sebagai wujud protes atas keputusan pelatih Italia Marcello Lippi tidak memanggil Antonio Cassano.
Laga pun kembali berlanjut. Italia masih berusaha merangsek pertahanan Belanda. Pada menit ke-5, Alberto Gilardino nyaris membuat Italia unggul. Namun, tendangannya masih melayanang.
Belum sempat melakukan tekanan serius, Belanda harus kehilangan Robin Van Persie yang mengalami cedera setelah ditekel Giorgio Chiellini. Alhasil, Van Persie harus ditarik dan Klass Jan Huntelaar masuk menggantikannya.
Meski tanpa Van Persie, serangan "Tim Negeri Kincir Angin" tetap ganas. Mereka melakukan permainan cepat dengan umpan satu-dua. Pada menit ke-19, kesempatan pertama diciptakan Dirk Kyut dari penetrasi yang dilakukannnya. Sial, tendangannya masih melebar.
Meskipun demikian, Italia ngotot menekan tamunya. Namun, beberapa peluang terbuang karena penyelesaian yang buruk. Alhasil, hingga rehat, Italia gagal menciptakan sebiji gol pun.
Pada babak kedua, Italia masih sulit mengembangkan serangan. Pasalnya, bek Belanda tampil disiplin menjaga wilayahnya. Selain itu, Belanda juga lihai membaca serangan yang disusun Camoranesi dan Andrea Pirlo. Prasktis, Italia belum bisa menembus kotak penalti Belanda.
Namun, Italia berusaha bangkit. Lippi pun menyuntikkan darah segar di lini depan dengan memasukkan Giuseppe Rossi pada menit ke-56. Alhasil, serangan Italia lebih hidup dan berbehaya. Pada menit ke-63, misalnya, Rossi memberikan umpan pendek yang langsung direspon dengan tendangan keras. Sialnya, tendangan masih melebar.
Sepuluh menit jelang laga berakhir, Italia lebih mendominasi serangan. Bahkan, mereka sempat unggul jika saja gol Giampaolo Pazzini tidak dianulir. Wasit menganulir gol kerena menilai Pazzini memasukkan bola dengan tangan setelah menerima umpan Fabio Cannavaro. Saru menit kemudian, Rossi pun memiliki kesempatan menciptakan gol. Namun, tendangannya masih bisa ditangkap kiper Belanda, Stekelenburg. Di sisa waktu yang tersisa, Italia gagal menciptakan gol dengan skor akhir 0-0.
Susunan Pemain
Italia: Buffon, Cannavaro, Zambrotta, Grosso (Cristico 80), Chiellini, Pirlo, Camoranesi Marchioni 87), Palombo (Biondini 70), Candreva (Montolivo 77), Gilardino Pazzini 76), Palladino (Rossi 56)
Belanda: Stekelenburg, Van Bronckhorst, Heitinga, Mathijsen, Van Der Wiel, Van der Vaart (Afellay 76), Van Bommel, De Jong, Dirk Kuyt, Van Persie (Huntelaar 16), Elia (Babel 71)
C16-09
Dibaca : 8919 | Dikomentar : 0