Indonesia Tersingkir dari Piala Asia U-19
Artikel Terkait:
Sabtu, 14/11/2009 | 23:17 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Tim Nasional Indonesia akhirnya tersingkir dari Piala Asia U-19. Pada pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, Sabtu (14/11), Indonesia hanya bermain imbang 0-0 lawan Australia.

Indonesia pun baru meraih satu poin. Ini membuat Alan Martha dkk tak mampu mengejar nilai Jepang dan Australia yang masing-masing menduduki urutan pertama dan kedua.

Indonesia sebenarnya mampu mengimbangi permainan cepat Australia. Bahkan, Indonesia mampu menekan sejak awal.

Pada 15 menit pertama, pertandingan berjalan seru dengan kedua tim saling membahayakan gawang. Australia mendapat peluang emas pertama pada menit ke-6. Penjaga gawang Indonesia Tri Windu Anggono masih berhasil menangkap tendangan itu.

Peluang pertama Indonesia dibuka melalui Abdul Rahman Lestaluhu yang melepas tembakan keras dari tengah kotak penalti. Pemain bernomor punggung 7 ini memanfaatkan umpan lambung Syamsir Alam yang beroperasi di sisi kiri. Tembakan tersebut memaksa penjaga gawang Socceroos Mark Birighitti menepisnya.

Serangan Australia banyak dibangun dari sayap kiri yang dikomandoi oleh James Robert Virgilli. Pemain belakang Indonesia Alfin ismail Tuasalamony sering gagal menjaga pergerakan pemain Australia yang memiliki jangkauan langkah lebih besar.

Sepertiga babak pertama ini, tercatat Indonesia mendapat peluang sebanyak tiga kali, begitu juga dengan Australia. Namun, Australia nyaris memimpin pada menit ke-16 setelah Virgilli melepas tembakan keras di sisi kiri luar kotak penalti. Penjaga agwang Anggono tak dapat mengahalu tendangan lambung itu. Untungnya, bola masih membentur tiang atas gawang.

Alan Martha kembali mendapat peluang emas pada menit ke-21 setelah menerima umpan lambung dari Yerikho Christiantoko yang bergerak di sisi tengah. Alan beroperasi di kanan berhasil melepaskan diri dari penjagaan bek Australia. Tembakan itu dihalau Birighitti sambil melompat.

Australia banyak menurunkan pemain yang jarang dipasang pada partai-partai sebelumnya . Adapun langganan pemain inti seperti Nikola Stanojevic, Duke kofi Appiah Danning, dan Sam Justin Gallagher dibangkucadangkan pelatih Johannes Versleijen.

Pada babak kedua, Indonesia masih mencoba lebih banyak menekan. Martha sempat mendapat dua peluang emas di babak kedua. Namun, dia kurang sempurna menyelesaikannya, hingga akhirnya Indonesia dipaksa terlempar.

Herlambang Jaluardi,Prasetyo Eko P

Dibaca : 12539 | Dikomentar : 11

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
Dhan @ Rabu, 18 November 2009 | 08:41 WIB
Bravo timnas Indonesia...
FIE_3 @ Selasa, 17 November 2009 | 12:33 WIB
KEKALAHAN ADALAH AWAL DRI KESUKSESAN U.BE THE BEST ZZZZZZZZZZZZZAAAAAAAAA
suhamdani @ Senin, 16 November 2009 | 20:56 WIB
namanya juga masih baru....berjuang terus....pasti suatu saat berhasil...waktu main dengan australia...ciamik rek....rasanya lebih enak nonton u-19 daripada u-23....bravo Garuda Muda
Hendro @ Senin, 16 November 2009 | 11:56 WIB
danang@: lu yang sok tau, makanya kalau baca brita itu yang bener. yang bisa losos itu adalah peringkat ketiga terbaik ( poin terbanyak ) dari semua grup. indonesia masih kalah poin dari thailand
danang @ Senin, 16 November 2009 | 09:10 WIB
Bukannya dah 3 poin? dan bukannya peringkat ke-3 terbaik grup masih bisa lolos? kayanya Indonesia masih bisa jadi urutan 3 nih...karna dpat 1 poin lg lwan australia 0-0 jd masih da harapan lolos jika bs menang dengan hongkong kalau bikin info yang bener donk info gak laku kok di pajang
11 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code