SOLO, KOMPAS.com - Pertandingan uji coba antara tim Divisi Utama Liga Indonesia, Persis Solo, melawan klub lokal setempat, PS AT Farmasi, di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (14/11), diwarnai kericuhan antara penonton dengan pemain PS AT Farmasi.
Sekitar seribu pendukung Persis Solo memasuki lapangan untuk menyerbu salah satu pemain PS AT Farmasi, Ronny Ardian, karena terprovokasi pemain tersebut. Sejumlah ofisial Persis Solo dan koordinator pendukung Persis, Pasoepati, langsung melerai kericuhan tersebut sehingga aksi baku hantam dapat terhindarkan. Akan tetapi, lemparan botol-botol dan benda-benda di sekitar lapangan Stadion Manahan tidak dapat terbendung.
Kejadian bermula di menit ke-80. Saat Persis Solo unggul dengan skor 2-0, Ronny Ardian melanggar pemain Persis Solo, Ilham dan mengakibatkan Ilham jatuh tersungkur dan kesakitan. Wasit langsung memberi kartu kuning kedua kepada Ronny Ardian, sehingga pemain tersebut harus keluar dari lapangan.
Saat Ronny berjalan ke luar lapangan, para pendukung Persis Solo meneriaki Ronny. "Hanya uji coba kenapa harus main kasar?" gugat salah seorang suporter.
Ronny yang terpancing emosinya karena teriakan-teriakan tersebut malah melakukan gerakan seolah-olah menantang para pendukung Persis. Sontak, sekitar seribuan pendukung Persis Solo yang berada di pinggir lapangan dan tribun penonton menyerbu pemain tersebut.
Beruntung, aksi tersebut berhasil dibubarkan oleh ofisial Persis. Sejumlah koordinator Pasoepati dan petugas polisi segera turun tangan, sehingga tak ada yang terluka.
"Saya sangat menyayangkan aksi pelanggaran kasar yang dilakukan pemain PS AT Farmasi. Padahal, pertandingan ini hanya uji coba," kata Sekretaris Umum Persis, Rubhan Ruzziyatno.
Dia mengatakan, seharusnya pertandingan tersebut akan dijadikan ajang penilaian tim pelatih Persis Solo kepada para pemainnya untuk mempersiapkan kerangka tim inti. Ini menjadi kacau karena permainan kasar pemain PS AT Farmasi. (ANT)
HPR
Dibaca : 4766 | Dikomentar : 11