MADRID, KOMPAS.com - Penyerang Carlos Tevez, mengaku jenuh dengan sepak bola dan merasa masa jayanya sudah habis. Ia pun serius mempertimbangkan pensiun, baik dari "Albiceleste" maupun Manchester City, seandainya Argentina berhasil menjuarai Piala Dunia 2010 Afrika Selatan.
Tevez sebetulnya merupakan pemain Argentina paling menonjol saat ini. Ia pernah menjuarai Pemain Terbaik Amerika Selatan tiga kali berturut-turut, menjuarai Piala Libertadores dan Piala Dunia Klub bersama Boca Juniors pada 2003, meraih gelar juara Liga Brasil bersama Corinthians pada 2005, dan mempersembahkan medali emas untuk negaranya di Olimpiade 2004.
Sayangnya, selama babak kualifikasi Piala Dunia 2010, performa Tevez memang kurang optimal. Tercatat, dalam tujuh penampilan, Tevez hanya mencetak satu gol dan sebiji assist. Namanya semakin meredup, ketika Gonzalo Higuain, Martin Palermo, dan Mario Ariel Bolatti yang mencetak gol-gol penentu kelolosan Argentina ke putaran final Piala Dunia 2010.
Ternyata, hal itu begitu mengganggu pikiran Tevez. Melihat banyaknya bintang-bintang baru bermunculan, ia merasa eranya sudah habis. Menurutnya, tanpa dirinya pun, Argentina bisa sukses. Namun, sebelum mengambil langkah final, ia ingin melihat apa yang bisa dilakukannya untuk ibu pertiwi di Afrika Selatan, tahun depan.
"Kesempatanku sudah lewat. Aku memiliki kemugkinan dan tak mengambil keuntungan darinya, Ketika tim butuh gol, aku tak bisa memberikannya kepada mereka. Jadi, masuk akal bahwa pemain lain akan berada di depanku," ungkapnya.
"Terlintas di benakku untuk gantung sepatu bila kami menjuarai Piala Dunia, sekalipun aku masih memiliki kontrak (dengan City) sampai 2014. Aku sedikit lelah dengan terlalu banyak sepak bola. Aku ingin menikmati kehidupan bersama keluarga. Aku sangat ingin berhenti dan sedikit (menenangkan diri). Aku sudah memenangi banyak. Hidup untuk sepak bola telah membuatku jenuh," tambahnya. (SCN)
TUR
Dibaca : 12773 | Dikomentar : 2