Perez: Madrid Boleh Puasa Gelar
Presiden Real Madrid, Florentino Perez.
Rabu, 11/11/2009 | 01:07 WIB

MADRID, KOMPAS.com - Presiden Real Madrid, Florentino Perez, menilai, meski bertabur bintang, "Los Blancos" tetaplah sebuah tim baru yang membutuhkan proses penyatuan. Karenanya, ia menyatakan akan maklum, seandainya Madrid mengakhiri musim tanpa satu gelar pun. Namun, terlepas dari hasil, ia mendesak tim untuk terus berusaha membangun konsistensi.

Di bursa transfer lalu, Madrid mengucurkan tidak kurang dari Rp 3,5 triliun untuk mendatangkan tujuh pemain top dunia, termasuk Ricardo Kaka dan Cristiano Ronaldo. Dengan komposisi seperti itu, manajemen dan Madridista berharap Madrid akan kembali menjelma menjadi klub terbaik dunia.

Namun, menyatukan tujuh pemain baru berstatus bintang dengan pemain lama bukanlah perkara mudah bagi pelatih Manuel Pellegrini, yang juga orang baru di Santiago Bernabeu. Hal ini membuat Madrid kesulitan mempertahankan konsistensi. Ujung-ujungnya, Madrid kesulitan merebut, menduduki, atau mempertahankan posisi di puncak klasemen.

Perez tidak menyangkal, ia berharap Madrid mengakhiri musim ini dengan, setidaknya, satu trofi. Namun, melihat gejala yang terjadi, ia menyadari bahwa Madrid memang membutuhkan waktu adaptasi yang panjang. Ia pun rela melihat investasi besarnya tak berbuah musim ini.

"Bukanlah kegagalan bila kami tidak memenangi trofi. Kami berada di tengah bangunan sebuah proyek baru. Kami akan memberi (klub) ini stabilitas. Kami bergembira untuk pemain yang telah datang dan untuk mereka yang sudah ada di sini sebelumnya. Butuh waktu untuk menjadikan mereka satu tim," terang Perez seperti dikutip Noticias Cuatro.

Lebih jauh, Perez juga mengakui, Madrid memang lebih sering mementingkan pemain ketimbang pelatih. Hal ini membuat Madrid bisa berganti-ganti pelatih dalam satu musim. Namun, menyadari bahwa pergantian pelatih mengganggu kemajuan tim, Perez bersedia memberikan waktu bagi Pellegrini untuk membuktikan kapasitasnya.

"Sangat sulit menjadi pelatih di sini. Real Madrid yang memenangi lima trofi Eropa pertama mengganti pelatih beberapa kali. Sementara tim lain mengutamakan pelatih, tim ini selalu memberi penekanan kepada pemain. (Namun), saya yakin, Pellegrini akan mengakhiri musim ini," tegasnya. (NC)

TUR

Dibaca : 8515 | Dikomentar : 5

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
abie @ Jumat, 13 November 2009 | 16:26 WIB
Memang perlu adaptasi yg cukup utk menyatukan permainan tim. Apalagi pemain bintang di Madrid yang punya gaya main masing2. Ga perlu dihujat krn yg menghujat ga tau sejarah, Barca mmg hebat, menang musim lalu tp musim2 sblmnya siapa pemenangnya? Dan musim ini blm berakhir. Jd jujurlah, nikmati semua permainan Barca n Madrid. Mrk main indah koq.
Miss_Barcelonistas @ Rabu, 11 November 2009 | 17:20 WIB
kan dah dibilang..!!! jgn cuma bisa nyaplok pemaen bintang klub laen donk. sekali-sekali bentu bintang sndri knp???? contoh tu barca................. ajibbb kan???? :)
awan @ Rabu, 11 November 2009 | 15:21 WIB
janagan takut madrid biar orang ngomong apa aja ,anda punya uang banyak tropy dan paila bisa di beli di toko olah raga di pasar senen.....banyak itu......
intergw @ Rabu, 11 November 2009 | 12:12 WIB
what..?
Lerps @ Rabu, 11 November 2009 | 09:25 WIB
dah mulai pesimis yaaa..
5 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code