Inter dan Mourinho Sama Kasarnya
Pelatih AS Roma, Claudio Ranieri.
Senin, 9/11/2009 | 06:36 WIB

MILAN, KOMPAS.com — Pelatih AS Roma Claudio Ranieri mengaku puas melihat permainan pasukannya saat menahan imbang Inter Milan 1-1 dalam lanjutan Serie A, di San Siro, Minggu (8/11). Namun, ia masih mendendam kepada Inter dan pelatih Jose Mourinho yang dinilainya menerapkan taktik yang tidak sportif dan cenderung kasar.

Ranieri memang pantas bangga dengan performa Daniele De Rossi dkk. Pasalnya, meski sama-sama mencatatkan empat tembakan tepat ke gawang dari 12 usaha, Roma menciptakan peluang itu dengan penguasaan bola sebesar 39 persen saja.

Menurut Ranieri, baik penguasaan bola maupun peluang timnya untuk menang akan lebih besar seandainya Inter tidak main kasar. Ia mengacu pada catatan pertandingan yang menunjukkan bahwa sepanjang laga, Inter melakukan 26 kali pelanggaran. Angka ini dua kali dari yang dilakukan Roma.

"Ini adalah Roma yang bagus yang bermain dengan baik dan menciptakan banyak peluang, tetapi juga sangat terdesak," sindir Ranieri.

"Saya suka sepak bola fisik. Namun, lain waktu, kami harus datang ke sini dengan baju zirah. Inter dinyatakan melakukan pelanggaran dengan jumlah dua kali lebih banyak dari kami, yaitu 26 berbanding 13," lanjutnya.

Ranieri pun mengernyitkan dahi mendengar Pelatih Inter Jose Mourinho memprotes sejumlah keputusan wasit. Pasalnya, mengacu rekaman pertandingan, Roma lebih pantas memprotes wasit karena banyak dirugikan.

"Mourinho protes? Saya mengharapkan itu. Ia memang selalu protes. Ini semua adalah pelanggaran yang bersifat sistematis, taktis, dan profesional," ujarnya.

"Ada banyak gangguan (kekasaran) dan bila kita membiarkan mereka terus begitu, mereka akan seperti itu. Wasit harus mengecualikan mereka yang bermain sepak bola. Pelanggaran itu (terjadi karena) taktik, dan karenanya harus dihukum," tandasnya. (FBI)

TUR

Dibaca : 35147 | Dikomentar : 48

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
BUVU @ Selasa, 10 November 2009 | 17:40 WIB
INTERMILAN DARI DULU EMANG MENERAPKAN PERMAINAN MEMBOSANKAN. SKRG MOURINHO, YG JELAS2 DI CHELSEA MENERAPKAN PERMAINAN MEMBOSANKAN, CUCOK DAH. KLO KASAR, CHELSEA DIBAWAH ARAHAN MOURINHO SERING DAPAT KOMENTAR MIRING DI PREMIER LEAGUE.
pakyumilan @ Selasa, 10 November 2009 | 14:32 WIB
irf@...ini artikel tentang INTER vs ROMA...tp karena loe melacurkan diri bawa2 nama milan, gue jabani..... klo champion sudah pernah ngerasain...kami iri sama milan hanya pada satu hal...kami belum pernah merasakan SERI b seperti yang sudah pernah kalian cicipi manisnya.....tolong cerita kan rasanya pada kami tentang seri b ya....please
mou berak @ Selasa, 10 November 2009 | 08:51 WIB
I N T E R = I kata N usia lanju T yg nungguin g E la R champion..
qwerty @ Selasa, 10 November 2009 | 02:48 WIB
kasar, membosankan, tidak ada sepakbola indah....
pakyumilanisti @ Selasa, 10 November 2009 | 01:38 WIB
milanisti@main silat jg masih olah raga coy, ac milan tuh main catur aja. olah raga yg cocok buat orang jompo atau kalau masih bisa gerak main bekel.
48 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code