LONDON, KOMPAS.com - Striker Chelsea, Didier Drogba, musim ini tak terlalu meledak-ledak dan emosional. Dia juga jarang menunjukkan perilaku buruk di lapangan. Ternyata, perubahan itu berkat kritikan anak laki-lakinya, Isaac Drogba, yang baru 8 tahun.
Sang anak memang suka menyaksikan pertandingan ayahnya. Dia sering merasa risih jika melihat sikap ayahnya yang meledak-ledak dan terkesan buruk di lapangan. Terutama pada semifinal Liga Champions musim lalu, kala Chelsea bertemu Barcelona. Drogba terlihat cekcok dengan wasit Tom Henning dan meludahinya.
Sikap itu membuat Issac kecewa. Bahkan, dia merasa malu kepada rekan-rekannya. Maka, dia kemudian memprotes ayahnya.
"Anak saya menyaksikan pertandingan itu bersama rekan-rekan sekolahnya. AKu sendiri jadi malu dengan sikapku. Hal terbaik adalah, Issac mendatangiku dan mengatakan bahwa tindakanku tak benar. Dia juga mengatakan, harusnya aku mmendapat hukuman lebih berat. Tak baik dan tak benar melakukan hal itu kepada wasit," tutur Drogba.
Pada pertandingan itu, Chelsea kalah dari Barcelona. Ini yang membuat Drogba semakin emosional. "Rasanya sulit setelah kalah dari Barcelona. Sebab, aku membuat kesalahan. Aku semakin frustrasi, karena publik tak bisa memahami alasan dari reaksiku," terangnya.
"Aku sudah minta maaf atas seagalanya. Tapi, aku juga ingin menunjukkan bahwa aku bukanlah seperti yang mereka pikirkan," tambahnya.
Striker asal Pantai Gading ini menegaskan, "Aku bukan orang jahat. Aku hanya ingin memenangkan pertandingan dan terkadang bereaksi berlebihan. Gairah itu menuntun sikapku. Ini bagian dari perilaku yang kubutuhkan untuk memperbaiki diri. Tapi, manusia adalah mahluk lemah juga."
Yang pasti, dia akan berusaha mengubah perilakunya menjadi sebaik mungkin. Nasihat anaknya telah begitu menyentuh hatinya. (TT)
HPR
Dibaca : 21171 | Dikomentar : 7