Kaka: Ancelotti Hebat, tapi Chelsea bukan Madrid
Gelandang Real Madrid, Ricardo Kaka.
Kamis, 2/7/2009 | 07:51 WIB

MADRID, KOMPAS.com — Gelandang Real Madrid, Ricardo Kaka, mengatakan, ia memilih merumput di Santiago Bernabeu karena reputasinya sebagai klub terbesar di dunia. Ia menolak mengikuti Pelatih Carlo Ancelotti karena Chelsea tidak seperti itu.

Kaka dan Ancelotti pernah bekerja sama di AC Milan selama enam musim. Di sana, Ancelotti membantu Kaka tumbuh menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Keduanya mengantar Milan menjuarai scudetto pada 2004 dan Liga Champions pada 2007.

Akhir musim lalu, kebersamaan itu pupus. Kaka sedang bernegosiasi dengan Real Madrid. Adapun Ancelotti yang dijadikan kambing hitam kegagalan Milan memutuskan pindah ke Chelsea.

Berbekal uang dari pemilik Chelsea, Roman Abramovic, Ancelotti ingin pula memboyong Kaka ke Stamford Bridge. Ia berharap, kebersamaan masa lalu membuat Kaka tertarik ke Chelsea. Namun, pendirian Kaka tidak berubah.

"Aku berterima kasih kepadanya atas segala yang telah ia lakukan kepadaku selama tahun-tahun yang kami habiskan bersama di Milan dan segala kemenangan yang kami capai," ujar Kaka seperti dikutip The Sun.

"Namun, aku telah memutuskan sejak lama bahwa bila aku meninggalkan Milan, aku hanya akan pergi ke Madrid. Itu berarti, aku tak bisa bergabung dengannya di Chelsea.

Sebelumnya, Kaka mengatakan bahwa Milan telah membuka negosiasi untuknya pada Januari. Saat itu, Manchester City juga mengajukan tawaran tinggi kepadanya. Namun, tawaran itu ditolaknya.

Kaka mengatakan, ia menolak City karena mereka juga bukanlah tim besar seperti Madrid. Selain itu, program membangun tim kompetitif yang dilaksanakan City dinilainya tak akan berjalan konsisten.

"Banyak klub memiliki peridoe menghabiskan uang besar. Namun, tiba-tiba investasi berhenti ketika pemilik memutuskan melakukan sesuatu yang lain atau karena alasan lain, seperti kegagalan ekonomi," tutur Kaka.

"Aku merasa, waktunya tepat untuk berubah dan Real Madrid adalah klub untukku. Mereka selalu merupakan klub besar. Tak seorang pun bisa mengambil sejarah mereka dan sembilan Piala Eropa (Liga Champions) mereka," katanya. (SUN)

TUR

Dibaca : 29907 | Dikomentar : 22

http://m.kompas.com di mana saja melalui ponsel, Blackberry, iPhone, atau Windows Mobile Phone Anda
Share on Facebook  
A A A
komentar anda
Ghery Nurman @ Selasa, 7 Juli 2009 | 08:36 WIB
bagus komentarmu Kaka, Chelsea bukan Madrid, karena Chelsea sangat tergantung oleh Abramovich
Espana @ Senin, 6 Juli 2009 | 10:06 WIB
Real Madrid Lanjut Gan !!!
xadicardo @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 14:05 WIB
kaka benar. . . .!!! ivamos madrid !!!!
Jacob @ Sabtu, 4 Juli 2009 | 11:58 WIB
Alasan Kaka sangat tepat, tapi dia tetap seorang yang tetap harus burubah. Sewaktu di Milan, dia terlalu disanjung sehingga matanya kurang terbuka untuk melihat bahwa dia dan dinho sebenarnya bisa bahu membahu. Semoga sukses di Madrid...
madidot @ Jumat, 3 Juli 2009 | 11:23 WIB
cemen lo kaka!!!
22 Komentar
Posting komentar anda
Nama
Email
Komentar
Security Code