JAKARTA, JUMAT - Indonesia gagal menyabet gelar juara Grand Royal Challenge Myanmar 2008. Pada babak final di Yangon, Jumat (21/11), tim Merah-putih menyerah 1-2 dari tuan rumah Myanmar.
Soe Myat Min jadi penentu kesuksesan Myanmar yang untuk ketiga kalinya menggondol trofi tersebut. Pada menit ke-63, dia mengoyak jala gawang Markus Horison, setelah pada babak pertama kedua tim berbagi skor 1-1.
Dalam pertandingan tersebut, Myanmar menunjukkan determinasi yang tinggi serta tampil agresif. Alhasil, saat pertandingan baru berlangsung enam menit mereka telah unggul lewat gol sundulan Soe Myat Min.
Pada menit ke-15, Indonesia membuka harapan untuk menggondol trofi tersebut karena mampu menyamakan kedudukan. Pemain belakang Myanmar, Moe Win, menjadi "penolong" karena melakukan bunuh diri ketika berusaha menghalau bola umpan silang Musafri dari sektor kiri. Skor 1-1 bertahan sampai turun minum.
Usai jeda, Indonesia bermain lebih agresif. Saat babak kedua baru berlangsung dua menit, Ponaryo Astaman hampir saja membuat Indonesia unggul. Sayang, bola tendangan kerasnya hanya membentur mistar gawang.
Setelah itu giliran Myanmar membalas. Aksi Soe Myat Min kerab merepotkan barisan pertahanan Merah-putih yang dikoordinir kapten Charis Yulianto.
Usaha tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-63, ketika bola sundulan Soe Myat Min menyambut umpan tendangan bebas tak kuasa dihalau Markus. Tuan rumah pun unggul 2-1.
Pelatih Benny Dollo sempat melakukan beberapa perubahan agar timnya bisa mengejar ketinggalan. Mantan pelatih Arema Malang dan Persita Tangerang itu menarik Musafri dan memasukkan Aliyuddin yang lebih berpengalaman, untuk memanmbah daya gedor.
Kehadiran tandem Bambang Pamungkas di Persija Jakarta itu memang memberikan warna tersendiri karena serangan Indonesia lebih "menggigit". Tetapi, barisan belakang Myanmar sigap untuk menghentikan setiap bola yang masuk ke dalam kotak penaltinya sehingga skor 2-1 bertahan sampai pertandingan usai.
Dengan hasil ini, Myanmar bukan hanya mempertahankan gelar juara, namun mereka juga dua kali mempermalukan Indonesia. Pasalnya, pada babak penyisihan grup pun mereka menang 2-1 atas Charis dkk.
Dua kekalahan atas Myanmar itu juga menjadi sebuah alarm bagi timnas Indonesia yang Desember nanti tampil di Piala AFF. Jika tidak bisa membenahi kekurangan selama turnamen ini, maka bukan tak mungkin Indonesia kembali gagal di Piala AFF karena Myanmar bakal jadi rivalnya di penyisihan grup. (C11-08)
C11-08
Dibaca : 8114 | Dikomentar : 111